Rabu, 26 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir Wajo Setinggi 2 Meter, Warga Butuh Sembako dan Air Mineral

Minggu, 10 Juli 2022
A A
Banjir setinggi 2 meter terjadi di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Foto Dok BNPB

Banjir setinggi 2 meter terjadi di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Foto Dok BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com –  Banjir  Wajo berdampak pada ribuan penduduk yang rumahnya dilanda banjir setinggi 2 meter di dua kecamatan Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. BNPB mengungkapkan kebutuhan mendesak warga terdampak banjir Wajo logistik sembako dan air mineral.

Banjir Wajo melanda Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua dipicu hujan lebat dan meluapnya air dari Bendung Awo dan Sungai Bulete.

“Banjir  merendam lebih dari 2.415 rumah warga. Insiden terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu pagi, 9 Juli 2022, pukul 06.23 WITA,” Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu, 10 Juli 2022.

Baca Juga: Sudah 126 Gempa Susulan di Selatan Jawa Timur, BNPB Imbau Warga Waspada

Data yang dihimpun Pusdalops BNPB, wilayah terdampak banjir meliputi Desa Awota, Keera, Paojepe, Labawang dan Kelurahan Ballere di Kecamatan Keera. Serta Desa Lompoloang, Bulete, Tobarakka, Benteng dan Siwa di Kecamatan Pitumpanua,.

“Total warga terdampak di sejumlah desa atau kelurahan berjumlah 2.491 KK,” kata Muhari.

Banjir juga merendam area sawah dan kebun. Laporan dari BPBD Kabupaten Wajo, kata Muhari, lahan terdampak berupa sawah 660 hektar dan kebun 40 hektar.

Baca Juga: Miliki Risiko Tinggi, Longsor di Desa Sukaluyu Bogor Merusak 8 Rumah

“Data yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan bahwa terdapat rumah terdampak banjir sebanyak 2.415 unit. Sedangkan untuk fasilitas pendidikan, petugas mencatat 3 unit terdampak. Tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir dengan tinggi muka air 100 hingga 200 cm tersebut,” sebut Muhari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir Wajohujan lebatKabupaten WajoProvinsi Sulawesi Selatan

Editor

Next Post
Buaya yang menyerang nelayan di Pelalawan berhasil ditangkap. Foto ksdae.menlhk.go.id

Diserang Buaya 3 Meter, Sampan Nelayan Pelalawan Karam

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media