Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dengan Enam Desa

SKW V Sipirok kembali menemukan jejak baru Harimau Sumatera di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan. Jejak itu ditemukan saat melakukan mitigasi konflik harimau dengan warga desa.

Jumat, 10 Maret 2023
A A
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Tiga Penyebab Longsor Natuna, 100 KK Korban Longsor Pulau Serasan Direlokasi

“Sekitar jam 17.39 WIB, Tim Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok mendengar langsung auman harimau sebanyak 3 kali dan kiukan harimau sebanyak 6 kali dalam durasi waktu lebih kurang 35 menit,” sebut Ambet P Harianja, TPHL SKW V Sipirok.

Hasil penelusuran di lapangan, harimau diperkirakan masih bertahan di lembah sungai Aek Parngirkiran di sempadan sungai, dan juga berpindah-pindah tempat denhan jarak yang tidak terlalu jauh.

Analisis SKW V Sipirok menyebutkan selain Desa Lantosan Rogas, terdapat lima desa lainnya di Kabupaten Padang Lawas Utara, terdampak konflik dengan Harimau Sumatera ini. Desa Parngirkiran di Kecamatan Hulu Sihapas, Desa Balakka Sipunggur, Kecamatan Hulu Sihapas, Desa Gariang, Kecamatan Padang Bolak Julu, Desa Saudori, Kecamatan Padang Bolak Julu, dan Desa Simaninggir, Kecamatan Hulu Sihapas.

Baca Juga: Kemenparekraf Susun Pedoman Pariwisata Aman untuk Mitigasi Bencana

SKW V Sipirok bersama Muspika Angkola Timur, memberikan sosialisasi pencegahan konflik dengan harimau, di antaranya agar warga membatasi kegiatan, dan meminta warga tetap waspada. Konflik harimau dengan warga Desa Lantosan Rogas hingga kini masih dimonitoring SKW V Sipirok. [WLC01]

Sumber: KSDAE KemenLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumateraKabupaten Tapanuli Selatankonflik harimau dengan wargamitigasi konflik harimau sumaterasatwa liar dilindungi

Editor

Next Post
Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Gagal Panen Akibat Anomali Iklim 2023, Petani Dijanjikan Dapat Premi Asuransi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media