Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dengan Enam Desa

SKW V Sipirok kembali menemukan jejak baru Harimau Sumatera di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan. Jejak itu ditemukan saat melakukan mitigasi konflik harimau dengan warga desa.

Jumat, 10 Maret 2023
A A
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bagaimana rasanya mendengarkan auman si raja hutan, harimau di alam liar selama hampir setengah jam? Inilah yang dialami personel Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) saat melakukan mitigasi konflik Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan warga di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Konflik Harimau Sumatera dengan warga Desa Lantosan Rogas kembali terjadi. Di pengujung bulan lalu, 28 Februari 2023, konflik Harimau Sumatera terjadi di Desa Lantosan Rogas, dan salah satu ternak sapi warga dimangsa harimau. Dugaan sapi tersebut dimangsa harimau, adanya bukti dua jejak harimau di sisi tubuh sapi yang sudah terburai. Kurang dari sepekan, harimau kembali muncul di Desa Lantosan Rogas.

Kemunculan Harimau Sumatera ini disaksikan warga desa. Satwa liar buas yang dilindungi ini dilihat warga melintas di kebun kacang. Lokasi kemunculan harimau ini tidak jauh dari lokasi terjadinya konflik pada akhir Februari lalu.

Baca Juga: Konflik Harimau dengan Manusia di Pelalawan, Warga Diimbau Tidak Keluar Malam

Kemunculan kembali harimau ini menimbulkan keresahan warga.

Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Sipirok yang menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera, merespons turun ke lokasi kemunculan satwa dilindungi itu, pada Senin, 6 Maret 2023, untuk melakukan mitigasi  konflik Harimau Sumatera dengan warga Desa Lantosan Rogas.

Saat melakukan penelusuran di lapangan, ditemukan jejak-jejak baru harimau di dua titik, di jalan tanah sekitar 100 meter dari jalan penghubung kecamatan. Selain menemukan jejak harimau, personel SKW V Sipirok mendengarkan auman dan kiukan si belang selama lebih kurang 35 menit.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumateraKabupaten Tapanuli Selatankonflik harimau dengan wargamitigasi konflik harimau sumaterasatwa liar dilindungi

Editor

Next Post
Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Gagal Panen Akibat Anomali Iklim 2023, Petani Dijanjikan Dapat Premi Asuransi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media