Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dengan Enam Desa

SKW V Sipirok kembali menemukan jejak baru Harimau Sumatera di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan. Jejak itu ditemukan saat melakukan mitigasi konflik harimau dengan warga desa.

Jumat, 10 Maret 2023
A A
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bagaimana rasanya mendengarkan auman si raja hutan, harimau di alam liar selama hampir setengah jam? Inilah yang dialami personel Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) saat melakukan mitigasi konflik Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan warga di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Konflik Harimau Sumatera dengan warga Desa Lantosan Rogas kembali terjadi. Di pengujung bulan lalu, 28 Februari 2023, konflik Harimau Sumatera terjadi di Desa Lantosan Rogas, dan salah satu ternak sapi warga dimangsa harimau. Dugaan sapi tersebut dimangsa harimau, adanya bukti dua jejak harimau di sisi tubuh sapi yang sudah terburai. Kurang dari sepekan, harimau kembali muncul di Desa Lantosan Rogas.

Kemunculan Harimau Sumatera ini disaksikan warga desa. Satwa liar buas yang dilindungi ini dilihat warga melintas di kebun kacang. Lokasi kemunculan harimau ini tidak jauh dari lokasi terjadinya konflik pada akhir Februari lalu.

Baca Juga: Konflik Harimau dengan Manusia di Pelalawan, Warga Diimbau Tidak Keluar Malam

Kemunculan kembali harimau ini menimbulkan keresahan warga.

Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Sipirok yang menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera, merespons turun ke lokasi kemunculan satwa dilindungi itu, pada Senin, 6 Maret 2023, untuk melakukan mitigasi  konflik Harimau Sumatera dengan warga Desa Lantosan Rogas.

Saat melakukan penelusuran di lapangan, ditemukan jejak-jejak baru harimau di dua titik, di jalan tanah sekitar 100 meter dari jalan penghubung kecamatan. Selain menemukan jejak harimau, personel SKW V Sipirok mendengarkan auman dan kiukan si belang selama lebih kurang 35 menit.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumateraKabupaten Tapanuli Selatankonflik harimau dengan wargamitigasi konflik harimau sumaterasatwa liar dilindungi

Editor

Next Post
Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Gagal Panen Akibat Anomali Iklim 2023, Petani Dijanjikan Dapat Premi Asuransi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media