Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dengan Enam Desa

SKW V Sipirok kembali menemukan jejak baru Harimau Sumatera di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan. Jejak itu ditemukan saat melakukan mitigasi konflik harimau dengan warga desa.

Jumat, 10 Maret 2023
A A
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Tiga Penyebab Longsor Natuna, 100 KK Korban Longsor Pulau Serasan Direlokasi

“Sekitar jam 17.39 WIB, Tim Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok mendengar langsung auman harimau sebanyak 3 kali dan kiukan harimau sebanyak 6 kali dalam durasi waktu lebih kurang 35 menit,” sebut Ambet P Harianja, TPHL SKW V Sipirok.

Hasil penelusuran di lapangan, harimau diperkirakan masih bertahan di lembah sungai Aek Parngirkiran di sempadan sungai, dan juga berpindah-pindah tempat denhan jarak yang tidak terlalu jauh.

Analisis SKW V Sipirok menyebutkan selain Desa Lantosan Rogas, terdapat lima desa lainnya di Kabupaten Padang Lawas Utara, terdampak konflik dengan Harimau Sumatera ini. Desa Parngirkiran di Kecamatan Hulu Sihapas, Desa Balakka Sipunggur, Kecamatan Hulu Sihapas, Desa Gariang, Kecamatan Padang Bolak Julu, Desa Saudori, Kecamatan Padang Bolak Julu, dan Desa Simaninggir, Kecamatan Hulu Sihapas.

Baca Juga: Kemenparekraf Susun Pedoman Pariwisata Aman untuk Mitigasi Bencana

SKW V Sipirok bersama Muspika Angkola Timur, memberikan sosialisasi pencegahan konflik dengan harimau, di antaranya agar warga membatasi kegiatan, dan meminta warga tetap waspada. Konflik harimau dengan warga Desa Lantosan Rogas hingga kini masih dimonitoring SKW V Sipirok. [WLC01]

Sumber: KSDAE KemenLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumateraKabupaten Tapanuli Selatankonflik harimau dengan wargamitigasi konflik harimau sumaterasatwa liar dilindungi

Editor

Next Post
Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Gagal Panen Akibat Anomali Iklim 2023, Petani Dijanjikan Dapat Premi Asuransi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media