Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Beginer Subhan: Manusia Baru Mengetahui 10 Persen Informasi Berasal dari Laut

Menjaga dan menguak diversitas laut diperlukan banyak penelitian, teknologi dan mengawasi aktivitas manusia yang dapat mengancam keragaman laut.

Jumat, 30 September 2022
A A
Dosen ITK IPB Dr. Beginer Subhan. Foto Akun Facebook Beginer Subhan.

Dosen ITK IPB Dr. Beginer Subhan. Foto Akun Facebook Beginer Subhan.

Share on FacebookShare on Twitter

Ada tiga faktor kemampuan dalam merespons ancaman keberlangsungan biodiversitas laut. Yakni, memahami distribusi biodiversitas secara spasial maupun temporal, mengawasi perubahan biodiversitas akibat aktivitas manusia, dan observasi sesuai habitat dan taksa.

Saat ini banyak teknologi mengeksplorasi kehidupan di laut, dan teknologi menjadi kunci revolusi penemuan biodiversitas .

Seperti teknologi eDNA (environmental DNA) atau juga disebut DNA lingkungan, yang dimanfaatkan dalam riset bioinformatika pada biodiscovery kehidupan laut. Yang mampu mengidentifikasi spesies dan estimasi kelimpahannya dengan pendekatan genetik.

Baca Juga: Tambang Emas di Kotabaru Kalsel Longsor, 6 Orang Tewas dan 5 Orang Hilang

Dengan teknologi eDNA, diketahui sebaran spesies di suatu wilayah perairan Indonesia, juga organisme apa saja yang terlibat dalam suatu rantai makanan.

Menurut Beginer, pendekatan dengan eDNA masih terbilang baru, namun bermanfaat dalam waktu, identifikasi dan keakuratan.

“Identifikasi lebih mudah, akurat serta lebih banyak spesies yang dapat diidentifikasi, termasuk spesies langka dan invasif. Metode ini telah diterapkan pada kasus terumbu karang di Indonesia,” imbuhnya. [WLC01]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: biodiversitasbiodiversitas lautDNA lingkunganDr Beginer SubhanIPB Universitymanusia baru mengetahui 10 persen informasi berasal dari lautteknologi eDNAterumbu karang

Editor

Next Post
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Ini Cara BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Monyet dengan Manusia di Asahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media