Senin, 25 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Belajar dari Keluarga Suku Baduy Luar Menghadapi Serbuan Teknologi Gawai

Pendidikan adat berbasis keluarga ini menjadi benteng sunyi suku Baduy dalam menghadapi serbuan gawai.

Sabtu, 4 Oktober 2025
A A
Ibu dan anak Suku Baduy. Foto WHO.

Ibu dan anak Suku Baduy. Foto WHO.

Share on FacebookShare on Twitter

“Di sinilah pentingnya pendidikan adat berbasis keluarga. Orang tua Baduy Luar tidak hanya memberikan nasihat tetapi juga menghadirkan teladan,” sebut dia.

Anak-anak belajar melalui teladan nyata, seperti melihat orang tua ke ladang, menenun, menjalankan fungsi keluarga dan berinteraksi dengan sanak famili dan pelancong dari penjuru negeri. Nilai gotong royong, kesederhanaan dan penghormatan pada adat diwariskan secara alami melalui teladan sehari-hari.

“Melalui cara ini, internalisasi nilai-nilai tidak hanya bersifat kognitif, melainkan afektif juga spiritual,” simpul Fikri.

Menurut dia, pendidikan adat berbasis keluarga ini menjadi benteng sunyi suku Baduy dalam menghadapi serbuan gawai. Mereka tidak bising dengan larangan keras melainkan hadir melalui teladan hidup sehari-hari.

Baca juga: KPA Desak Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional Langsung di Bawah Presiden

“Orang tua menata ruang tumbuh anak agar tetap bersentuhan dengan adat, ladang, permainan sederhana dan relasi sosial yang erat. Walaupun remaja mulai terlena dengan gawai dan dunia maya, nilai dasar yang sudah ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi filter dalam penggunaan teknologi,” ulas dia.

Bagaimanapun, tantangan tetap menghadang. Tidak ada jaminan generasi muda Baduy Luar akan selamanya mampu menahan gempuran gawai dan teknologi digital. Perkembangan zaman membuat batas adat kian lentur dan daya tarik gawai semakin kuat.

Namun Fikri berpandangan strategi pendidikan adat berbasis keluarga memberikan petuah hikmah bahwa keluarga harus menjadi benteng utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai agar anak-anak tidak tenggelam mendalam dalam pusaran gawai dan teknologi.

Baca juga: Pansus Reforma Agraria akan Bahas RUU Pertanahan hingga Digitalisasi Sertifikat Tanah

“Mari belajar dari Baduy Luar, pendidikan tidak harus selalu kurikulum formal, tetapi juga tentang keteladanan, kesederhanaan, dan kelekatan emosional dalam keluarga,” pesannya.

Di tengah dunia yang semakin ‘maya, Euis yang juga Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University juga menegaskan peran vital keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.

“Keluarga tetap harus memegang peran viral sebagai ruang utama dan pertama dalam membentuk karakter generasi muda,” tegas Euis. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Ekologi Manusia IPB UniversitySuku Baduy Luarteknologi gawai

Editor

Next Post
Komunitas Banyu Bening mengenalkan manfaat air hujan di Sukolilo, Kota Surabaya, 3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Mengenalkan Manfaat Air Hujan untuk Air Minum di Sukolilo Surabaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media