Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenalkan Manfaat Air Hujan untuk Air Minum di Sukolilo Surabaya

Sabtu, 4 Oktober 2025
A A
Komunitas Banyu Bening mengenalkan manfaat air hujan di Sukolilo, Kota Surabaya, 3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Komunitas Banyu Bening mengenalkan manfaat air hujan di Sukolilo, Kota Surabaya, 3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan informasi dari Camat Sukolilo, Mohammad Zulchaidir jumlah penduduk di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur tercatat sebesar 115.876 jiwa. Besarnya jumlah penduduk tersebut berpotensi untuk meningkatkan penggunaan air tanah dan pembelian air konsumsi. Jika tidak diantisipasi, maka dapat berdampak pada ketersediaan sumber daya air masa depan.

Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Sri Wahyuningsih menyampaikan, bahwa air hujan dapat menjadi alternatif solusi mengatasi keterbatasan persediaan air masa depan.

“Air hujan merupakan anugerah yang diberikan Tuhan yang seharusnya dapat dikelola dengan baik, bukan sekadar menjadi sumber daya alam yang sering terbuang,” kata Ning, panggilan akrabnya dalam diskusi bertema Pengenalan Cara Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Hujan sebagai Sumber Air Minum digelar di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Surabaya, 3 Oktober 2025.

Baca juga: Belajar dari Keluarga Suku Baduy Luar Menghadapi Serbuan Teknologi Gawai

Lewat kegiatan tersebut, Ning berbagi pengetahuannya tentang manfaat air hujan. Sekaligus mengubah pola pikir masyarakat, khususnya warga Kecamatan Sukolilo, bahwa air hujan jangan lagi dipandang sebagai sesuatu yang sia-sia, bahkan dianggap bencana.

“Tapi air hujan menjadi potensi sumber air minum yang sehat dan berkelanjutan,” jelas dia dalam siaran tertulisnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Komunitas Banyu Beningmanfaat air hujanSekolah Air Hujan

Editor

Next Post
Pembersihan reruntuhan bangunan pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, bagian upaya dari Tim SAR untuk menemukan para korban. Foto BNPB.

Robohnya Bangunan Pesantren Al Khoziny, Jumlah Korban Tewas Kini 49 Orang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media