Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Uji Kesiapsiagaan Dampak Gempa M9,0 Selat Sunda Lewat IOWAVE25

Jumat, 26 September 2025
A A
Simulasi evakuasi gempa di Desa Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Foto Dok. BMKG.

Simulasi evakuasi gempa di Desa Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Total ada empat skenario tsunami yang diuji. Meliputi Skenario Megathrust Selat Sunda M9,0 pada 25 September 2025, Skenario Subduksi Makran Pakistan M9,0 pada 15 Oktober 2025, Skenario Non-Seismik (Gunung Api Fani Maore Mozambik) pada 25 Oktober 2025, dan Skenario Megathrust Utara Sumatera M9,2 pada 5 November 2025, bertepatan dengan Hari Kesadaran Tsunami Dunia (World Tsunami Awareness Day).

Kegiatan ini mencakup Table Top Exercise untuk menguji SOP, gladi komunikasi, hingga Simulasi Evakuasi Mandiri yang penting bagi masyarakat. Partisipasi Indonesia dalam IOWAVE25 disebut wujud nyata komitmen terhadap inisiatif global “Early Warning for All”. BMKG menekankan peringatan dini tsunami harus diwujudkan bukan hanya sebagai early warning atau peringatan dini, melainkan juga sebagai early action atau respons cepat.

Latihan IOWAVE 2025 juga mendorong masyarakat di daerah rawan tsunami untuk melaksanakan Latihan Evakuasi Mandiri, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Tsunami Ready Community. Masyarakat harus terlatih dan memahami bagaimana merespons peringatan tsunami, baik yang bersumber dari sistem InaTEWS.

Baca juga: Ancaman Lahan Sawah di Indonesia, Tidak Dilindungi dan Alih Fungsi Kian Mengkhawatirkan

“Tsunami adalah bencana low frequency (jarang terjadi), namun high impact (dampak tinggi) yang dapat merenggut puluhan hingga ribuan nyawa,” tutup Daryono.

Tujuan mulia InaTEWS adalah zero victims apabila terjadi gempa dan tsunami. Tujuan ini dapat tercapai jika semua komponen, baik pemerintah, lembaga, media, dan Masyarakat bersatu padu dan terlatih untuk merespons peringatan dengan cepat, tertib, dan terkendali. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGIndian Ocean Wave ExerciseSistem peringatan dini tsunamiSkenario Megathrust Selat Sunda M9

Editor

Next Post
Aksi pelajar untuk iklim di tepi lubang bekas tambang, Kalimantan Selatan. Foto dok. IPM

UGM dan IPB Bicara Soal Restorasi Hutan dan Reklamasi Bekas Tambang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media