Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cacing Tanah Si Kaya Protein yang Punya Nilai Ekonomi Tinggi

Manfaatnya yang luas di berbagai sektor telah mendorong berkembangnya usaha budi daya cacing di Indonesia.

Jumat, 5 September 2025
A A
Cacing tanah. Foto freepik.

Cacing tanah. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Cacing tanah tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah melalui aktivitas biologis dan kotorannya yang kaya unsur hara. Melainkan juga memiliki potensi besar di bidang lain seperti peternakan, farmasi, dan pengelolaan limbah, sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dosen Departemen Biologi IPB University, Tri Heru Widarto mencontohkan, cacing kaya akan protein, sehingga cocok dijadikan pakan alami untuk ternak seperti ayam, bebek, ikan, udang, dan burung.

“Ini bisa menjadi alternatif untuk menekan biaya pakan konvensional,” jelas dia.

Baca juga: Iradiasi Pangan untuk Kurangi Food Loss, Lebih Awet, dan Menekan Risiko Kontaminasi

Beberapa jenis cacing tanah, seperti Lumbricus rubellus mengandung enzim fibrinolitik (lumbrokinase) yang bermanfaat dalam melancarkan peredaran darah, mencegah penggumpalan, dan berpotensi untuk pengobatan stroke dan penyakit jantung.

“Ekstrak cacing telah lama digunakan secara tradisional sebagai penurun panas demam tifus, meskipun manfaat ini masih perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut,” imbuh dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cacing kalungcacing merahcacing tanahDepartemen Biologi IPB UniversityLumbricus rubellus

Editor

Next Post
Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Iradiasi Pangan Telah Diterapkan Pada Cabai, Telur dan Bawang Merah

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media