Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cacing Tanah Si Kaya Protein yang Punya Nilai Ekonomi Tinggi

Manfaatnya yang luas di berbagai sektor telah mendorong berkembangnya usaha budi daya cacing di Indonesia.

Jumat, 5 September 2025
A A
Cacing tanah. Foto freepik.

Cacing tanah. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Cacing juga mulai diteliti lebih lanjut untuk aplikasi dalam industri farmasi dan kosmetik. Selain itu, cacing juga memiliki manfaat sebagai pengolah limbah organik. Dengan kemampuannya mendegradasi limbah seperti sampah rumah tangga, limbah pertanian, dan kotoran ternak, cacing membantu memproduksi kompos berkualitas tinggi serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Baca juga: Biogas dari Kombinasi Kotoran Sapi dengan Ampas Kopi

Beberapa jenis cacing tanah yang populer dibudidayakan karena nilai ekonominya antara lain Lumbricus rubellus, Eisenia fetida (cacing merah), dan Perionyx excavatus (cacing kalung). Ketiganya dikenal karena kemampuan tinggi dalam pengomposan dan sebagai sumber pakan ternak.

Terkait budi daya cacing atau vermikultur, Tri Heru menjelaskan prosesnya relatif mudah dan tidak memerlukan lahan luas. Meliputi persiapan media organik, wadah budi daya, penyebaran bibit, pemberian pakan, perawatan media, hingga panen yang dapat dilakukan dalam waktu 2–3 bulan.

Potensi bisnis cacing tanah semakin dilirik masyarakat. Manfaatnya yang luas di berbagai sektor telah mendorong berkembangnya usaha budi daya cacing di Indonesia. Dengan dukungan edukasi dan pemerintah, peluang industri ini masih terbuka lebar. [WLC02]

Sumber: IPB Univeristy

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: cacing kalungcacing merahcacing tanahDepartemen Biologi IPB UniversityLumbricus rubellus

Editor

Next Post
Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Iradiasi Pangan Telah Diterapkan Pada Cabai, Telur dan Bawang Merah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media