Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Chusnul Arif: Metode SRI, Budidaya Padi Hemat Air dan Mengurangi Emisi

Fenomena perubahan iklim tak mungkin terelakan. Perlu langkah mitigasi krisis pangan, salah satunya lewat metode SRI dalam budidaya padi di sawah.

Jumat, 27 Januari 2023
A A
Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Dr.Chusnul Arif. Foto ipbtraining.com.

Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Dr.Chusnul Arif. Foto ipbtraining.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Meskipun metode ini dinilai prospektif, sejumlah tantangan menjadi persoalan. Pertama, penerapan metode ini masih rendah, karena mindset petani masih memilih metode konvensional. Pengenalan metode SRI kepada petani tidaklah mudah.

Kedua, terdapat kendala pra dan pasca panen. Penjualan produk organik biayanya dinilai lebih mahal dan sulit menemukan pasar yang pas.

Ketiga, petani masih menghadapi berbagai masalah teknis infrastruktur pertanian. Di Indonesia, masih sulit menemukan mesin yang dapat menanam benih satu per satu dengan lebih cepat. Begitu pun mesin untuk mengatasi gulma dengan cepat dan infrastruktur pengairan belum canggih.

Baca Juga: Benda Misterius Melintasi Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG

“Minimal 25 persen sawah di Indonesia diterapkan metode SRI, saya yakin dapat meningkatkan produksi beras nasional sehingga bisa swasembada beras,” terang Chusnul optimis.

Menurut Chusnul, harus ada dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah dari sisi kebijakan dan infrastruktur. Perubahan mindset petani juga harus mulai didorong. Perguruan tinggi juga harus bisa menjadi pendamping dan berkolaborasi bersama pihak lain.

“Harus ada usaha untuk meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian agar menjadi penerus pertanian melalui perubahan mindset,” harap Chusnusl. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Dr. Chusnu ArifEmisi gas rumah kacaIPB Universitymetode SRIperubahan iklimswasembada berasSystem of Rice Intensification

Editor

Next Post
Desain ruang publik ramah lingkungan di perkotaan karya mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Desain Ruang Publik Ramah Lingkungan dengan Teknologi Piezoelectric Energy

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media