Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Desain Ruang Publik Ramah Lingkungan dengan Teknologi Piezoelectric Energy

Tak hanya ramah lingkungan. Desain ruang publik mahasiswa ITS ini juga hemat energi dan hemat biaya.

Jumat, 27 Januari 2023
A A
Desain ruang publik ramah lingkungan di perkotaan karya mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Desain ruang publik ramah lingkungan di perkotaan karya mahasiswa ITS. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peningkatan jumlah ruang publik di wilayah perkotaan berdampak pada peningkatan penggunaan energi, biaya operasional, hingga emisi karbon. Salah satu penyebabnya, desain ruang publik tidak ramah lingkungan, sehingga banyak energi yang terbuang. Semisal penggunaan listrik dan air.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori Video Gagasan Konstruktif (VGK) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menggagas desain ruang publik yang futuristik dan ramah lingkungan serta dapat menghasilkan energi bersih secara mandiri. Desain tersebut menerapkan teknologi tepat guna Piezoelectric Energy dan Payung Pintar.

“Piezoelectric Energy akan dipasang di lantai, sedangkan Payung Pintar akan dibangun di atasnya,” papar koordinator tim, Ailsashofa Alfadhila.

Baca Juga: Chusnul Arif: Metode SRI, Budidaya Padi Hemat Air dan Mengurangi Emisi

Piezoelectric Energy memiliki prinsip tekanan energi kinetik berupa pijakan kaki manusia saat berjalan maupun berlari. Tekanan yang diberikan pada lantai, kemudian diubah menjadi listrik. Desain Payung Pintar juga dirancang dengan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Semua listrik yang dihasilkan akan digunakan untuk operasional ruang publik. Di antaranya untuk penerangan ruang terbuka, stasiun pengisian baterai gawai, hingga papan penunjuk jalan. Selain itu, desain payung yang cekung bisa berfungsi sebagai alat tadah hujan untuk menyiram tanaman.

Baca Juga: Peluncuran Portal I-LEAD Berisi Putusan Hukum Kasus Lingkungan di Indonesia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bunga liliEmisi karbongas karbondioksidagas polutanITSruang publik ramah lingkungantanaman lidah mertuateknologi Piezoelectric Energy

Editor

Next Post
Bencana hidrometeorologi di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Jumat, 27 Januari 2023, menelan satu korban jiwa. Foto tangkap layar dokumen BPNB, petugas mengevakuasi warga terdampak longsor dan banjir.

Awas Banjir Susulan, Bencana Hidrometeorologi di Kota Manado Menelan Korban Jiwa

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media