Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Copas, Kopi Herbal Tanpa Kafein dari Biji Pepaya

Menyeduh kopi ternyata bisa tanpa biji kopi, melainkan biji pepaya. Konon ada sederet manfaat untuk kesehatan dalam kandungannya.

Sabtu, 12 November 2022
A A
Hasil seduhan Copas, kopi biji pepaya dari mahasiswa KKN UNY. Foto uny.ac.id

Hasil seduhan Copas, kopi biji pepaya dari mahasiswa KKN UNY. Foto uny.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Haluskan biji pepaya menggunakan blender hingga menjadi bubuk, lalu disaring. Masukkan bubuk kopi biji pepaya ke dalam kantong filter (coffee bag) agar ampasnya tidak ikut larut bersama ekstrak atau sarinya. Kopi biji pepaya siap dinikmati.

“Kopi ini herbal dan bebas kafein,” kata Frederico.

Baca Juga: Dampak Gempa Megathrust di Selatan Jawa Melebihi Tsunami Aceh, Mitigasi Serius Segera

Kopi Herbal

Salah satu warga yang telah mencoba hasilnya, Istiqomah mengatakan kopi biji pepaya murni memiliki rasa yang sedikit pahit seperti kopi hitam. Namun setelah ditambah penambah rasa berupa jahe dan dan pemanis alami, yakni madu, rasa yang tadinya agak pahit menjadi manis dan hangat.

Penambahan jahe dan madu juga untuk menghilangkan bau kopi biji pepaya murni yang menyengat. Baunya menjadi harum, warnanya cukup menarik seperti kopi berwarna coklat.

Baca Juga: Walhi Beberkan Solusi Palsu Krisis Iklim dalam Kebijakan Pemerintah

“Pembuatannya praktis dan mudah dipraktikkan di rumah karena hanya memakai alat yang sederhana. Bisa menjadi minuman herbal untuk ibu-ibu,” kata Istiqomah.

Dalam sejumlah artikel, biji pepaya punya sederet manfaat, seperti untuk mengatasi infeksi, menjaga fungsi ginjal, mengandung senyawa antikanker, meningkatkan kesehatan pencernaan, juga mengatasi keracunan makanan. [WLC02]

Sumber: Universitas Negeri Yogyakarta

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: biji pepayaCoffee from Pepaya SeedKopikopi biji pepayakopi herbalkopi tanpa kafeinmahasiswa KKN UNY

Editor

Next Post
Salah satu proses pengambilan gambar untuk film kebun kopi Vorstlanden. Foto fib.uns.ac.id

Mengenal Sejarah Juragan Kebun Kopi Vorstenlanden Lewat Film

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media