Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia

Mutasi virus dari hewan agar bisa beradaptasi ke manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun dan seringkali memerlukan inang perantara.

Kamis, 19 Februari 2026
A A
Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.

Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi coronavirus dari anjing masih jauh untuk menjadi zoonosis, karena harus bermutasi atau beradaptasi ke manusia,” papar dia.

Kedua, harus ada kecocokan reseptor, tropisma sel, dan enzim protease hospes agar virus bisa menempel, masuk dan bereplikasi. Kemudian dapat  diekskresikan dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi manusia.

“Perbedaan struktur molekul virus dan reseptor ini mengakibatkan virus dari anjing tidak mudah menginfeksi sel manusia,” kata Untari, Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: Tak Ada Fase Aman Melihat Gerhana Matahari Cincin Tanpa Penapis

Lima dosen Departemen Mikrobiologi FKH UGM, termasuk Untari tengah meneliti berbagai virus dan bakteri. Penelitian yang telah dilakukan antara lain pembuatan antibodi poliklonal untuk deteksi virus Newcastle Disease (ND) dan Avian Influenza (AI), Bovine Herpes virus pada sapi, penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi, dan Avian Infectious Bronchitis (coronavirus pada ayam).

Untari menegaskan kebanyakan penelitiannya difokuskan pada virus hewan yang bukan zoonosis. Sebab penelitian virus zoonosis membutuhkan laboratorium khusus bersyarat ketat agar agen penyakit tidak mencemari lingkungan.

Untari pun mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya dan menelan mentah-mentah informasi tentang zoonosis yang seolah dapat menyebabkan pandemi seperti Covid-19. Mutasi virus dari hewan agar bisa beradaptasi ke manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun dan seringkali memerlukan inang perantara.

“Masyarakat tidak perlu takut memelihara hewan peliharaan. Asalkan dipelihara dengan management benar, seperti menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan yang baik, dan vaksinasi,” pesan dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Canine coronavirusCovid-19Fakultas Kedokteran Hewan UGMMutasi Viruspenyakit zoonosis

Editor

Next Post
Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.

Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi daerah kepulauan di Indonesia. Foto Walhi.Kritik Walhi, RUU Daerah Kepulauan Hanya Memperkuat Posisi Pemda 
    In News
    Sabtu, 21 Februari 2026
  • Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.Gelombang Rossby Ekuatorial, Pemicu Hujan Ekstrem di Padang dan Jayapura
    In IPTEK
    Sabtu, 21 Februari 2026
  • Ilustrasi sinkhole. Foto earthenviromental.co.uk.Tak Semua Lubang Raksasa adalah Sinkhole, Pakar Ungkap Tanda-tandanya
    In Lingkungan
    Jumat, 20 Februari 2026
  • Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung
    In IPTEK
    Jumat, 20 Februari 2026
  • Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia
    In Rehat
    Kamis, 19 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media