Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia

Mutasi virus dari hewan agar bisa beradaptasi ke manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun dan seringkali memerlukan inang perantara.

Kamis, 19 Februari 2026
A A
Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.

Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selain penyebaran virus nipah yang dianggap berpotensi menjadi ancaman global, virus-virus zoonosis lainnya yang disinyalir bisa menular dari hewan ke manusia mulai patut diwaspadai. Salah satunya Canine coronavirus (CCoV) atau coronavirus anjing.

Meskipun memiliki nama serupa, kenyataan virus ini berbeda dengan SARS-CoV-2 yang pernah menjadi penyebab pandemi Covid-19 pada 2019 silam. Sejauh ini, virus dari anjing ini belum bersifat zoonosis.

Mengapa sulit terjadi?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM pada Bidang Mikrobiologi, Prof. Tri Untari menjelaskan, sebenarnya zoonosis dari anjing ke manusia sangatlah sulit terjadi. Terlebih, coronavirus pada anjing mempunyai reseptor yang berbeda dengan virus Covid pada manusia.

Pertama, Canine coronavirus menggunakan reseptor Aminopeptidase N (APN) atau CD13, dimana saluran pencernaan sebagai targetnya. Walaupun ada Canine coronavirus type respirasi yang menyerang saluran respirasi, tetapi menggunakan reseptor lain. Berbeda dengan virus Covid-19 pada manusia yang menggunakan reseptor Angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2), yang terdapat pada  saluran pernapasan.

Baca juga: Demi Palestina, Jatam Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Geothermal Afiliasi Israel di Halmahera

Coronavirus pada anjing bersifat tipe enterik atau menyerang pencernaan, menular lewat jalur fekal-oral. Bukan lewat pernapasan seperti halnya Covid-19 pada manusia.

Jika ada anjing yang dites secara serologis positif Covid-19, sementara pemiliknya pernah sakit Covid-19, hal tersebut hanya menunjukkan anjing tersebut pernah terpapar dan mempunyai respon antibody. Namun belum dapat dikatakan zoonosis.

Apalagi didukung hasil tes PCR negatif yang membuktikan virus tidak bereplikasi dan tidak bisa ditularkan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Canine coronavirusCovid-19Fakultas Kedokteran Hewan UGMMutasi Viruspenyakit zoonosis

Editor

Next Post
Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.

Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media