Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gelombang Rossby Ekuatorial, Pemicu Hujan Ekstrem di Padang dan Jayapura

Temuan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia.

Sabtu, 21 Februari 2026
A A
Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.

Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gelombang Rossby Ekuatorial (Equatorial Rossby/ER waves) merupakan gelombang atmosfer skala besar yang terperangkap di sekitar ekuator akibat efek beta dan bergerak ke arah barat dengan skala waktu sekitar 10 hingga 30 hari. Gelombang ini mampu bertahan cukup lama di suatu wilayah sehingga memberikan waktu bagi sistem konvektif untuk berkembang dan terorganisasi.

Di wilayah maritim Indonesia, interaksi antara gelombang atmosfer, laut hangat, serta topografi yang kompleks membuat respons konveksi menjadi sangat sensitif. Ketika gelombang ini bertemu dengan lingkungan yang lembab, konveksi tidak hanya meningkat, tetapi juga menjadi lebih persisten sehingga berpotensi memicu kejadian hujan ekstrem.

Kondisi tersebut menunjukkan hujan ekstrem di wilayah ekuatorial Indonesia dipengaruhi interaksi kompleks berbagai proses atmosfer skala besar dan regional.

Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fadli Nauval memfokuskan kajian penelitian pada dua kota ekuatorial Indonesia, yaitu Padang dan Jayapura. Padang yang berada di pesisir barat Sumatra berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan diperkuat pengangkatan orografis Bukit Barisan. Sementara Jayapura terletak di pesisir utara Papua yang berhadapan dengan Samudra Pasifik dan sensitif terhadap dinamika gelombang dari arah timur.

Baca juga: Tak Semua Lubang Raksasa adalah Sinkhole, Pakar Ungkap Tanda-tandanya

Penelitian ini menggunakan data curah hujan harian dan berbagai parameter atmosfer skala besar periode 2001–2023. Hujan ekstrem diidentifikasi menggunakan pendekatan persentil ke-95 untuk kondisi basah ekstrem dan persentil ke-5 untuk kondisi kering ekstrem.

Identifikasi gelombang atmosfer dilakukan dengan metode Wheeler Kiladis untuk memisahkan berbagai tipe gelombang ekuatorial seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Kelvin, Rossby, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG). Kajian ini mempertimbangkan pengaruh penggerak iklim global, seperti ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD), serta sirkulasi meridional seperti cold surge, cross-equatorial northerly surge, southerly surge, dan Borneo Vortex.

Hasil analisis menunjukkan Gelombang Rossby Ekuatorial di Kota Padang secara mandiri sudah mampu meningkatkan peluang terjadinya hujan ekstrem. Peningkatan peluang tersebut semakin besar ketika berinteraksi dengan kondisi La Niña yang menyediakan latar belakang atmosfer lebih lembab.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gelombang Rossby EkuatorialHujan EkstremIklim TropisPRIA BRIN

Editor

Next Post
Ilustrasi daerah kepulauan di Indonesia. Foto Walhi.

Kritik Walhi, RUU Daerah Kepulauan Hanya Memperkuat Posisi Pemda 

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gempa bumi M 6,4 mengguncang Aceh dan Sumatra Utara, 3 Maret 2026. Foto BMKG.Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4
    In Bencana
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gerhana bulan total hari ini Kamis, 8 November 2022, dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Foto tangkap layar Twitter BMKG.Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik
    In Sosok
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum
    In IPTEK
    Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media