Kamis, 16 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung

Penumpukan limbah plastik meningkatkan kekhawatiran global mengenai konsekuensi lingkungan dari polusi plastik.

Jumat, 20 Februari 2026
A A
Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.

Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Plastik adalah salah satu material yang banyak digunakan mulai dari skala industri hingga penggunaan rumah tangga. Namun, plastik berbasis minyak bumi menunjukkan ketahanan yang ekstrem terhadap degradasi alami, sehingga mengakibatkan penumpukan limbah yang substansial.

Kondisi ini mendorong peningkatan kekhawatiran global mengenai konsekuensi lingkungan dari polusi plastik. Upaya penelitian saat ini difokuskan pada identifikasi material alternatif, seperti bioplastik yang menawarkan keberlanjutan yang lebih baik.

Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Rina Wahyuningsih meneliti bioplastik berbasis pati singkong yang telah mendapatkan perhatian cukup besar di Indonesia. Mengingat kelimpahan singkong di alam, efektivitas biaya, dan sifat ramah lingkungan.

Bioplastik adalah material berkelanjutan yang sering dibuat dari polimer alami, seperti pati, selulosa, kitosan, serta protein dan lemak. Semuanya bersumber dari bahan terbarukan.

Baca juga: Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia

“Bioplastik dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, sehingga tidak meninggalkan racun berbahaya di lingkungan karena bahan-bahan alaminya,” kata Rina, Jumat, 20 Februari 2026.

Bioplastik dapat terurai di tanah hingga 60-90 persen dalam waktu enam hari. Tidak seperti plastik konvensional yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai. Namun, bioplastik menunjukkan sifat mekanik dan ketahanan air yang buruk karena sifat hidrofilik pati yang mengganggu stabilitasnya.

“Penambahan plasticizer, seperti gelatin diperlukan untuk meningkatkan stabilitas dan sifat mekaniknya,” terang dia.

Gelatin berasal dari kolagen terhidrolisis yang ditemukan dalam jaringan ikat hewan, sehingga gelatin memiliki sifat hidrokoloid. Sifat-sifat ini memungkinkan gelatin untuk membentuk lembaran tipis dan elastis, menjadikannya bahan yang ideal untuk memproduksi bioplastik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bioplastikcangkang telurINCESPati Singkongpolusi plastikPRTPP BRINSustainable Food Packaging

Editor

Next Post
Ilustrasi sinkhole. Foto earthenviromental.co.uk.

Tak Semua Lubang Raksasa adalah Sinkhole, Pakar Ungkap Tanda-tandanya

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media