Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung

Penumpukan limbah plastik meningkatkan kekhawatiran global mengenai konsekuensi lingkungan dari polusi plastik.

Jumat, 20 Februari 2026
A A
Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.

Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Plastik adalah salah satu material yang banyak digunakan mulai dari skala industri hingga penggunaan rumah tangga. Namun, plastik berbasis minyak bumi menunjukkan ketahanan yang ekstrem terhadap degradasi alami, sehingga mengakibatkan penumpukan limbah yang substansial.

Kondisi ini mendorong peningkatan kekhawatiran global mengenai konsekuensi lingkungan dari polusi plastik. Upaya penelitian saat ini difokuskan pada identifikasi material alternatif, seperti bioplastik yang menawarkan keberlanjutan yang lebih baik.

Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Rina Wahyuningsih meneliti bioplastik berbasis pati singkong yang telah mendapatkan perhatian cukup besar di Indonesia. Mengingat kelimpahan singkong di alam, efektivitas biaya, dan sifat ramah lingkungan.

Bioplastik adalah material berkelanjutan yang sering dibuat dari polimer alami, seperti pati, selulosa, kitosan, serta protein dan lemak. Semuanya bersumber dari bahan terbarukan.

Baca juga: Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia

“Bioplastik dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, sehingga tidak meninggalkan racun berbahaya di lingkungan karena bahan-bahan alaminya,” kata Rina, Jumat, 20 Februari 2026.

Bioplastik dapat terurai di tanah hingga 60-90 persen dalam waktu enam hari. Tidak seperti plastik konvensional yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai. Namun, bioplastik menunjukkan sifat mekanik dan ketahanan air yang buruk karena sifat hidrofilik pati yang mengganggu stabilitasnya.

“Penambahan plasticizer, seperti gelatin diperlukan untuk meningkatkan stabilitas dan sifat mekaniknya,” terang dia.

Gelatin berasal dari kolagen terhidrolisis yang ditemukan dalam jaringan ikat hewan, sehingga gelatin memiliki sifat hidrokoloid. Sifat-sifat ini memungkinkan gelatin untuk membentuk lembaran tipis dan elastis, menjadikannya bahan yang ideal untuk memproduksi bioplastik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bioplastikcangkang telurINCESPati Singkongpolusi plastikPRTPP BRINSustainable Food Packaging

Editor

Next Post
Ilustrasi sinkhole. Foto earthenviromental.co.uk.

Tak Semua Lubang Raksasa adalah Sinkhole, Pakar Ungkap Tanda-tandanya

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media