Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dewi Sukma: Persilangan Solusi Pemenuhan Pasar Anggrek Indonesia

Tanaman anggrek cenderung berharga mahal. Kebanyakan yang diminati pasar anggrek Indonesia berasal dari luar negeri. Pemuliaan anggrek jadi solusi.

Selasa, 8 Agustus 2023
A A
Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jenis anggrek-anggrek yang diminati masyarakat ternyata minim ditemui di pasar Indonesia. Anggrek-anggrek tersebut harus didatangkan dari Thailand (61,66 persen) dan Taiwan (35,28 persen). Seperti Thailand merupakan produsen dan eksportir utama untuk Dendrobium dan Vanda, sedangkan Taiwan produsen dan eksportir utama untuk Phalaenopsis.

“Impor tinggi di Indonesia menunjukkan peluang pasar anggrek dalam negeri cukup tinggi dan belum dapat dipenuhi produsen dalam negeri. Peningkatan produksi bibit anggrek dalam negeri dengan jenis yang memenuhi selera pasar masih perlu ditingkatkan,” ujar Pakar Anggrek IPB University, Prof. Dewi Sukma dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University secara daring pada 27 Juli 2023.

Dewi memaparkan materi “Bioteknologi Seluler dan Molekuler untuk Mendukung Pemuliaan dan Penyediaan Bibit Anggrek Phalaenopsis”. Pendekatan bioteknologi diyakini sangat diperlukan dalam mendukung pemuliaan anggrek.

Baca Juga: Alami Kekerasan Digital Akibat Isu Keadilan Lingkungan, Media Floresa Terima Udin Award

Ia pun melakukan penelitian untuk mengembangkan anggrek-anggrek tersebut. Salah satunya melakukan persilangan anggrek Phalaenopsis, salah satu jenis yang diminati para pecinta anggrek. Beberapa genotipe hasil persilangan tersebut telah didaftarkan dengan nama Phalaenopsis (Phal) Venera IPB, Phal Mentari IPB, Phal Kirana IPB dan Phal Humaira IPB.

Turunan anggrek yang dihasilkan itu memiliki karakter novelty dan beraroma wangi. Namun persilangan dengan spesies tidak dapat menghasilkan bunga yang besar sebagaimana yang menjadi favorit di pasar anggrek. Turunan hibrida antarspesies atau persilangan hibrida dengan spesies yang masih berbunga kecil tersebut perlu ditingkatkan ukurannya melalui pendekatan bioteknologi in vitro.

Tidak hanya itu, penelitian anggrek dengan persilangan antar hibrida berbunga besar juga dilakukan untuk mendapatkan turunan yang berbunga besar. Salah satu persilangan yang dilakukan adalah antara Phal ‘Timothy Christopher’ dengan Phal ‘Leopard Prince’. Salah satu genotipe turunan persilangan tersebut telah didaftarkan dengan nama Phal ‘Safira IPB”.

Baca Juga: Robot Bawah Laut IPB Pantau Tutupan Teritip

Perbanyakan anggrek dari penyemaian benih hingga pembesaran bibit membutuhkan laboratorium kultur jaringan in vitro. Perkecambahan biji anggrek di alam membutuhkan bantuan mikroba simbiotik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anggrek Dendrobiumanggrek Phalaenopsisanggrek VandaIPB Universitypasar anggrek Indonesiapersilangan anggrekProf. Dewi Sukma

Editor

Next Post
Pohon Binuang (octomeles sumatrana). Foto Dok Wanaloka.com.

68 Ribu Hektare Hutan di Gunung Mas Kalteng Ditetapkan Kawasan Hutan Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media