Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dewi Sukma: Persilangan Solusi Pemenuhan Pasar Anggrek Indonesia

Tanaman anggrek cenderung berharga mahal. Kebanyakan yang diminati pasar anggrek Indonesia berasal dari luar negeri. Pemuliaan anggrek jadi solusi.

Selasa, 8 Agustus 2023
A A
Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jenis anggrek-anggrek yang diminati masyarakat ternyata minim ditemui di pasar Indonesia. Anggrek-anggrek tersebut harus didatangkan dari Thailand (61,66 persen) dan Taiwan (35,28 persen). Seperti Thailand merupakan produsen dan eksportir utama untuk Dendrobium dan Vanda, sedangkan Taiwan produsen dan eksportir utama untuk Phalaenopsis.

“Impor tinggi di Indonesia menunjukkan peluang pasar anggrek dalam negeri cukup tinggi dan belum dapat dipenuhi produsen dalam negeri. Peningkatan produksi bibit anggrek dalam negeri dengan jenis yang memenuhi selera pasar masih perlu ditingkatkan,” ujar Pakar Anggrek IPB University, Prof. Dewi Sukma dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University secara daring pada 27 Juli 2023.

Dewi memaparkan materi “Bioteknologi Seluler dan Molekuler untuk Mendukung Pemuliaan dan Penyediaan Bibit Anggrek Phalaenopsis”. Pendekatan bioteknologi diyakini sangat diperlukan dalam mendukung pemuliaan anggrek.

Baca Juga: Alami Kekerasan Digital Akibat Isu Keadilan Lingkungan, Media Floresa Terima Udin Award

Ia pun melakukan penelitian untuk mengembangkan anggrek-anggrek tersebut. Salah satunya melakukan persilangan anggrek Phalaenopsis, salah satu jenis yang diminati para pecinta anggrek. Beberapa genotipe hasil persilangan tersebut telah didaftarkan dengan nama Phalaenopsis (Phal) Venera IPB, Phal Mentari IPB, Phal Kirana IPB dan Phal Humaira IPB.

Turunan anggrek yang dihasilkan itu memiliki karakter novelty dan beraroma wangi. Namun persilangan dengan spesies tidak dapat menghasilkan bunga yang besar sebagaimana yang menjadi favorit di pasar anggrek. Turunan hibrida antarspesies atau persilangan hibrida dengan spesies yang masih berbunga kecil tersebut perlu ditingkatkan ukurannya melalui pendekatan bioteknologi in vitro.

Tidak hanya itu, penelitian anggrek dengan persilangan antar hibrida berbunga besar juga dilakukan untuk mendapatkan turunan yang berbunga besar. Salah satu persilangan yang dilakukan adalah antara Phal ‘Timothy Christopher’ dengan Phal ‘Leopard Prince’. Salah satu genotipe turunan persilangan tersebut telah didaftarkan dengan nama Phal ‘Safira IPB”.

Baca Juga: Robot Bawah Laut IPB Pantau Tutupan Teritip

Perbanyakan anggrek dari penyemaian benih hingga pembesaran bibit membutuhkan laboratorium kultur jaringan in vitro. Perkecambahan biji anggrek di alam membutuhkan bantuan mikroba simbiotik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anggrek Dendrobiumanggrek Phalaenopsisanggrek VandaIPB Universitypasar anggrek Indonesiapersilangan anggrekProf. Dewi Sukma

Editor

Next Post
Pohon Binuang (octomeles sumatrana). Foto Dok Wanaloka.com.

68 Ribu Hektare Hutan di Gunung Mas Kalteng Ditetapkan Kawasan Hutan Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media