Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dewi Sukma: Persilangan Solusi Pemenuhan Pasar Anggrek Indonesia

Tanaman anggrek cenderung berharga mahal. Kebanyakan yang diminati pasar anggrek Indonesia berasal dari luar negeri. Pemuliaan anggrek jadi solusi.

Selasa, 8 Agustus 2023
A A
Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Media kultur jaringan in vitro di laboratorium dapat menggantikan peran mikroba simbiotik. Bahkan meningkatkan keberhasilan perkecambahan,” terang dia.

Optimasi media perkecambahan benih di laboratorium untuk Phalaenopsis sudah dilakukan, sehingga dapat mendorong perkecambahan dan pertumbuhan bibit menjadi lebih baik untuk menghasilkan bibit bermutu. Berbagai pendekatan lain melalui bioteknologi tanaman dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan anggrek.

Baca Juga: Benito Heru: Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pertanian Organik

Dalam proses tersebut, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan anggrek di Indonesia. Pertama, keterbatasan jumlah pemulia untuk pengembangan varietas baru. Kedua, massalisasi produk yang lambat untuk menempatkan anggrek-anggrek yang dihasilkan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Ketiga, ketergantungan pada sarana pendukung produksi yang masih harus diimpor. Keempat, perlu investasi besar dalam usaha agribisnis anggrek.

Baca Juga: Ini Cara Mahasiswa Unair Sulap Sampah Plastik Jadi Material Bangunan

“Anggrek juga membutuhkan waktu yang lama sekitar 6-7 tahun untuk menghasilkan varietas baru,” ungkap dia.

Menurut Dewi, butuh passion, ketekunan, modal, kesabaran, konsistensi dan endurance untuk mengembangkannya. Dukungan bersama berbagai pihak untuk mendorong pengembangan anggrek Indonesia sangat dibutuhkan, demikian harapan Dewi. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anggrek Dendrobiumanggrek Phalaenopsisanggrek VandaIPB Universitypasar anggrek Indonesiapersilangan anggrekProf. Dewi Sukma

Editor

Next Post
Pohon Binuang (octomeles sumatrana). Foto Dok Wanaloka.com.

68 Ribu Hektare Hutan di Gunung Mas Kalteng Ditetapkan Kawasan Hutan Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media