Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dewi Sukma: Persilangan Solusi Pemenuhan Pasar Anggrek Indonesia

Tanaman anggrek cenderung berharga mahal. Kebanyakan yang diminati pasar anggrek Indonesia berasal dari luar negeri. Pemuliaan anggrek jadi solusi.

Selasa, 8 Agustus 2023
A A
Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Guru Besar Pertanian IPB University, Prof. Dewi Sukma. Foto orasi.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Media kultur jaringan in vitro di laboratorium dapat menggantikan peran mikroba simbiotik. Bahkan meningkatkan keberhasilan perkecambahan,” terang dia.

Optimasi media perkecambahan benih di laboratorium untuk Phalaenopsis sudah dilakukan, sehingga dapat mendorong perkecambahan dan pertumbuhan bibit menjadi lebih baik untuk menghasilkan bibit bermutu. Berbagai pendekatan lain melalui bioteknologi tanaman dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan anggrek.

Baca Juga: Benito Heru: Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pertanian Organik

Dalam proses tersebut, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan anggrek di Indonesia. Pertama, keterbatasan jumlah pemulia untuk pengembangan varietas baru. Kedua, massalisasi produk yang lambat untuk menempatkan anggrek-anggrek yang dihasilkan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Ketiga, ketergantungan pada sarana pendukung produksi yang masih harus diimpor. Keempat, perlu investasi besar dalam usaha agribisnis anggrek.

Baca Juga: Ini Cara Mahasiswa Unair Sulap Sampah Plastik Jadi Material Bangunan

“Anggrek juga membutuhkan waktu yang lama sekitar 6-7 tahun untuk menghasilkan varietas baru,” ungkap dia.

Menurut Dewi, butuh passion, ketekunan, modal, kesabaran, konsistensi dan endurance untuk mengembangkannya. Dukungan bersama berbagai pihak untuk mendorong pengembangan anggrek Indonesia sangat dibutuhkan, demikian harapan Dewi. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anggrek Dendrobiumanggrek Phalaenopsisanggrek VandaIPB Universitypasar anggrek Indonesiapersilangan anggrekProf. Dewi Sukma

Editor

Next Post
Pohon Binuang (octomeles sumatrana). Foto Dok Wanaloka.com.

68 Ribu Hektare Hutan di Gunung Mas Kalteng Ditetapkan Kawasan Hutan Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media