Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Difabel Masih Minim Akses Informasi Mitigasi Bencana

Selasa, 3 Oktober 2023
A A
Para siswa difabel netra di SLB melakukan simulasi bencana gempa. Foto wanaloka.com.

Para siswa difabel netra di SLB melakukan simulasi bencana gempa. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Ini memang harus diarahkan pada manajemen pra bencana, bukan pada tanggap darurat. Kalau dari segi tanggung jawab, dulu kita melihat kebencanaan hanya tanggung jawab pemerintah. Paradigma sekarang, ini tanggung jawab bersama. Begitupun dengan manajemen ancaman,” papar Kepala Pusat Studi Bencana, Lembaga Penelitian dan Penelitian Masyarakat UNS, Prof. Chatarina Muryani.

Urgensi pendidikan kebencanaan telah muncul di berbagai agenda nasional maupun internasional. Strategi untuk meningkatkan pengembangan mitigasi salah satunya dilakukan melalui pendidikan. Sama halnya dengan kelompok masyarakat lainnya, kelompok difabel juga harus mendapat pendidikan kebencanaan yang memadai. Fasilitas penyediaan kebutuhan difabel di sektor pendidikan masih perlu didorong.

Menurut Direktur Eksekutif Griya Manunggal, Setia Adi Purwanta, pemerintah daerah memiliki peran besar dalam membentuk satuan layanan kebencanaan bagi difabel. Pertama, tetap ada pengutamaan dan inklusivitas.

“Jadi, semua sama, sama rata,” kata Setia.

Baca Juga: Alat Pengukur Warna Roasting Kopi Permudah Menikmati Kopi Sesuai Selera

Kedua, ada aksesibilitas melalui akomodasi yang layak. Akomodasi tersebut sebenarnya tidak hanya bagi kelompok difabel. Tapi bagi siapapun yang terhambat informasinya, geraknya perlu mendapat prioritas akomodasi.

“Ketika terjadi bencana, output-nya sama. Sama-sama harus tepat dan cepat. Padahal kan kondisinya berbeda. Ini problem utamanya,” jelas Setia.

Penanggulangan bencana merupakan satu isu yang banyak bersinggungan dengan aspek kemanusiaan. Bencana yang bisa terjadi kapan saja berpotensi menimbulkan korban jiwa. Sayangnya, tidak semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses informasi kebencanaan, maupun tanggap darurat. Setia mengingatkan, penting untuk menekankan kembali upaya membuka akses pada masyarakat rentan, seperti difabel. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: buku panduankelompok difabelkelompok rentanmitigasi bencanapeta taktualSuistanable Development Goals

Editor

Next Post
Presiden Jokowi pimpin ratas bahas fenomena el nino. Foto Dok. BPMI Setpres.

Tiga Fokus Mitigasi El Nino Hasil Rapat Terbatas Presiden

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media