Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Diseminasi Liputan Kolaborasi Menyelamatkan Hutan Pulau Sipora

Liputan ini mengungkap rencana deforestasi terencana di Pulau Sipora dari beragam sudut pandang. Mulai dari hak asasi manusia, kebencanaan, pesisir, dampak kepada pariwisata, masyarakat adat, sampai dugaan patgulipat perizinannya.

Selasa, 23 September 2025
A A
Diseminasi liputan investigasi kolaborasi tentang menyelamatkan hutan di Pulau Sipora. Foto @depatiproject/instagram.

Diseminasi liputan investigasi kolaborasi tentang menyelamatkan hutan di Pulau Sipora. Foto @depatiproject/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Aksi penjarahan ruang hidup masyarakat adat berupa hutan di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sedang direncanakan pengusaha yang berkolaborasi dengan pemerintah. Deforestasi terencana ini, menarget hutan seluas 20.706 hektare di kawasan yang terkenal sebagai surga peselancar dunia. Pemegang konsesinya adalah PT Sumber Permata Sipora (SPS), yang sudah mengantongi berbagai macam perizinan dari pemerintah pusat.

Kini, tinggal menyisakan Analisis Dampak Lingkungan (Andal) saja, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), kawasan yang setara dengan sepertiga pulau ini, bakal ludes dibabat atas nama investasi. Perusahaan tersebut memiliki kendali penuh. Ada delapan desa yang berada di wilayah konsesi. Hutan selama ini menjadi sumber pangan, ekonomi dan mata air untuk aktivitas sehari-hari warga desa, serta nadi kebudayaan masyarakat adat Mentawai.

Depati Project — sebuah platform jurnalisme yang dirancang jurnalis dari Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) untuk memperkuat kolaborasi antar media massa yang memungkinkan pengarusutamaan isu lingkungan dengan pendekatan liputan mendalam dan investigasi  — menginiasi liputan kolaborasi enam media massa, yakni Tempo, KBR Media, law-justice.co, langgam.id, ekuatorial.com dan mentawaikita.com.

Liputan ini mengungkap rencana deforestasi terencana di Pulau Sipora dari beragam sudut pandang. Mulai dari hak asasi manusia, kebencanaan, pesisir, dampak kepada pariwisata, masyarakat adat, sampai dugaan patgulipat perizinannya. Liputan ini sudah tayang sejak awal September ini.

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban kepada publik, Depati Project menggelar diseminasi di 6 kota di Indonesia. Dimulai di Ambon pada 23 September 2025, Lampung pada 25 September, Padang 26 September, Gorontalo 27 September dan Kendari 28 September. Puncak diseminasi digelar di Jakarta pada 30 September 2025.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Depati Projectdiseminasi liputanKabupaten Kepulauan MentawaiPulau SiporaSIEJ

Editor

Next Post
Petani di Gunungkidul mengikuti Sekolah Lapang Iklim, 22 September 2025. Foto BMKG.

Titi Mangsa Dinilai Tak Relevan, Petani Gunungkidul Belajar Pahami Prediksi Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media