Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dokter Pendaki Serukan Kesadaran Publik Soal Keselamatan Pendakian

Mendaki gunung tak melulu membutuhkan fisik kuat. Namun juga aneka keilmuan untuk mengatasi aral lintang selama pendakian.

Senin, 27 Maret 2023
A A
Acara Indonesia Mountain Medicine Summit di Unair. Foto unair.ac.id.

Acara Indonesia Mountain Medicine Summit di Unair. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bagi pecinta alam yang hobi naik gunung, bisa menaklukkan puncak adalah sebuah kebahagiaan dan kepuasan demi mengagumi karya cipta Tuhan. Namun capaian itu bukan hal yang mudah. Berbagai rintangan mesti dilewati. Tantangan suhu rendah, trek pendakian yang sulit, bertemu hewan berbisa. Namun rintangan itu tak menyurutkan minat untuk mendaki. Komunitas pendaki pun bertebaran di lingkungan masyarakat dan kampus.

Upaya mengatasi aral lintang selama perjalanan mendaki gunung menjadi perhatian Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi (SpOT), Reyner Valiant Tumbelaka. Lantaran itu pula, ia mendirikan Dokter Pendaki, sebuah platform besutan alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) pada 2020.

“Selama ini, kami (Dokter Pendaki) mencoba menggaungkan terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal keselamatan pendakian,” kata Reyner pada 19 Maret 2023.

Baca Juga: Harto Memilih Urung Mendaki Hingga Puncak Elbrus, Ini Alasannya

Ia memanfaatkan sosial media yang ada menjadi awal mula Dokter Pendaki menjalankan aksinya. Sejak itu, ia memimpikan menggelar forum yang bisa menjadi jembatan antara dunia pendakian dengan cabang ilmu kedokteran.

“Mimpi kami sejak pertama kali berdiri, akhirnya bisa hadir secara nyata,” tutur alumnus Unair Angkatan 2007 tersebut.

Bekerja sama dengan Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap (KPLA) FK Unair, akhirnya Dokter Pendaki menggelar Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) yang pertama kali di Indonesia pada 19 Maret 2023.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dokter PendakiFK Unairilmu pendakianIndonesia Mountain Medicine Summitkeselamatan pendakian

Editor

Next Post
Ilustrasi memanjat dalam pendakian. Foto Simon/pixabay.com.

Cedera Akut dalam Pendakian Tak Sembarang Pijat dan Urut

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media