Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Drainase Buruk, 1 Tewas Terseret Arus di Halmahera Selatan

Selasa, 23 Januari 2024
A A
Korban tews terseret banjir di Halmahera Selatan, 21 Januari 2024. Foto BPBD Halmahera Selatan.

Korban tews terseret banjir di Halmahera Selatan, 21 Januari 2024. Foto BPBD Halmahera Selatan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banjir setinggi 40 hingga 80 cm melanda wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Ahad, 21 Januari 2024 pukul 16.30 WIT mengakibatkan aliran sungai meluap sehingga membanjiri wilayah Desa Sumae, Desa Amasing Kota Utara, Desa Amasing Kali di Kecamatan Bacan.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 147 KK atau 471 jiwa terdampak dan 1 orang tewas karena terseret arus banjir di Desa Sumae. Kerugian materil berupa 69 unit rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan terdampak serta 1 talud roboh.

Walaupun kondisi banjir sudah berangsur surut, BPBD melakukan sosialisasi kepada warga terdampak bencana untuk antisipasi banjir susulan. Mengingat hujan turun dengan intensitas sedang dan tinggi.

Baca juga: Pabrik Pemurnian Biogas Komersial Pertama Diresmikan di Langkat

“Selain curah hujan yang tinggi, pemantauan BPBD terdapat luapan air yang menggenangi pemukiman penduduk karena buruknya penataan drainase, sehingga terjadi banjir,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Aswin Adam, Selasa, 23 Januari 2024.

Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Halmahera Selatan pada 24 Januari 2024 cenderung berawan dan hujan. Sedangkan pada 25 Januari 2024 kondisi cuaca cerah dan berawan.

Melihat faktor penyebab banjir, BNPB mengimbau kepada pemda tentang perlunya perbaikan drainase dengan revitalisasi saluran-saluran air maupun gorong-gorong di wilayah rawan banjir. Selain itu juga normalisasi dan perkuatan talud atau penahan tebing sungai untuk mencegah banjir.

Baca juga: 1 Tewas Banjir di Tojo Una Una, Darurat Diperpanjang di Sintang

Tingkat Risiko Banjir Kolaka Tinggi
Sementara hujan intensitas tinggi disertai air pasang laut mengakibatkan aliran sungai Ulu Wolo meluap dan tanggul penahan air jebol, Sabtu, 20 Januari 2024 pukul 16.30 WITA di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aliran sungai meluapdrainase burukKabupaten Halmahera SelatanKabupaten KolakaPusdalops BNPB

Editor

Next Post
Peta bisnis tambang para pengusaha pendukung capres. Foto jatam.org.

Jatam Petakan Bisnis Tambang Para Bohir Capres-Cawapres 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media