Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Drainase Buruk, 1 Tewas Terseret Arus di Halmahera Selatan

Selasa, 23 Januari 2024
A A
Korban tews terseret banjir di Halmahera Selatan, 21 Januari 2024. Foto BPBD Halmahera Selatan.

Korban tews terseret banjir di Halmahera Selatan, 21 Januari 2024. Foto BPBD Halmahera Selatan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banjir setinggi 40 hingga 80 cm melanda wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Ahad, 21 Januari 2024 pukul 16.30 WIT mengakibatkan aliran sungai meluap sehingga membanjiri wilayah Desa Sumae, Desa Amasing Kota Utara, Desa Amasing Kali di Kecamatan Bacan.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 147 KK atau 471 jiwa terdampak dan 1 orang tewas karena terseret arus banjir di Desa Sumae. Kerugian materil berupa 69 unit rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan terdampak serta 1 talud roboh.

Walaupun kondisi banjir sudah berangsur surut, BPBD melakukan sosialisasi kepada warga terdampak bencana untuk antisipasi banjir susulan. Mengingat hujan turun dengan intensitas sedang dan tinggi.

Baca juga: Pabrik Pemurnian Biogas Komersial Pertama Diresmikan di Langkat

“Selain curah hujan yang tinggi, pemantauan BPBD terdapat luapan air yang menggenangi pemukiman penduduk karena buruknya penataan drainase, sehingga terjadi banjir,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Aswin Adam, Selasa, 23 Januari 2024.

Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Halmahera Selatan pada 24 Januari 2024 cenderung berawan dan hujan. Sedangkan pada 25 Januari 2024 kondisi cuaca cerah dan berawan.

Melihat faktor penyebab banjir, BNPB mengimbau kepada pemda tentang perlunya perbaikan drainase dengan revitalisasi saluran-saluran air maupun gorong-gorong di wilayah rawan banjir. Selain itu juga normalisasi dan perkuatan talud atau penahan tebing sungai untuk mencegah banjir.

Baca juga: 1 Tewas Banjir di Tojo Una Una, Darurat Diperpanjang di Sintang

Tingkat Risiko Banjir Kolaka Tinggi
Sementara hujan intensitas tinggi disertai air pasang laut mengakibatkan aliran sungai Ulu Wolo meluap dan tanggul penahan air jebol, Sabtu, 20 Januari 2024 pukul 16.30 WITA di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aliran sungai meluapdrainase burukKabupaten Halmahera SelatanKabupaten KolakaPusdalops BNPB

Editor

Next Post
Peta bisnis tambang para pengusaha pendukung capres. Foto jatam.org.

Jatam Petakan Bisnis Tambang Para Bohir Capres-Cawapres 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media