Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dua Orangutan di Jalan Raya Bengalon – Muara Wahau Kutai Timur Diselamatkan

Selasa, 10 Oktober 2023
A A
Evakuasi terhadap orangutan di jalan raya di Kaltim. Foto ppid.menlhk.go.id.

Evakuasi terhadap orangutan di jalan raya di Kaltim. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebuah video pendek dari Instagram @cerita_sangataku menayangkan orangutan yang tengah berada di pinggir jalan utama dari Bengalon – Muara Wahau, Kutai Timur – Kalimantan Timur. Video yang berdurasi satu menit tersebut ditindaklanjuti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Timur untuk melakukan evakuasi dua orangutan di Kutai Timur pada 8 Oktober 2023. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong – BKSDA Kaltim bergerak melakukan penyisiran ke lokasi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong – Balai KSDA Kaltim, Surawati Halim menjelaskan, evakuasi tersebut berhasil menyelamatkan satu orangutan jantan dewasa dengan usia diperkirakan 17 – 19 tahun pada pukul 07.20 WITA. Kemudian pada pukul 16.00 WITA, tim kembali menyelamatkan satu orangutan Jantan dewasa dengan perkiraan usia 13 – 15 tahun.

Baca Juga: Program Safety 1000 Training Extravaganza untuk Pelaku Wisata Selam

Sementara itu, Kepala Balai KSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto menyampaikan upaya peyelamatan terhadap dua orangutan jantan terpaksa harus dilakukan karena keberadaan mereka di jalan raya Bengalon – Muara Wahau yang cukup ramai lalu-lintasnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan raya Bengalon – Muara Wahau, untuk tidak mengganggu dan tidak memberi makan juga minum, supaya satwa liar tersebut tidak berubah perilakunya,” jelas Ari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Kalimantan TimurorangutanSatwa liarWRU Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong

Editor

Next Post
Pesan-pesan bagi pendaki Gunung Purba Nglanggeran di Gunungkidul untuk melestarikan lingkungan. Foto wanaloka.com.

Peta Jalan Dekarbonisasi Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Ramah Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media