Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Edukasi Pemanfaatan Air Hujan di PRB 2025 Mojokerto

Senin, 6 Oktober 2025
A A
Mengangkat tema pemanfaatan air hujan, Komunitas Banyu Bening Yogyakarta berpartisipasi di Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 Mojokerto, Jawa Timur, digelar pada 1–3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Mengangkat tema pemanfaatan air hujan, Komunitas Banyu Bening Yogyakarta berpartisipasi di Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 Mojokerto, Jawa Timur, digelar pada 1–3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Robohnya Bangunan Pesantren Al Khoziny, Jumlah Korban Tewas Kini 49 Orang

Selain itu, Kalaksa BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengungkapkan, kebutuhan mendesak akan edukasi air hujan di wilayahnya.

“Kami sangat membutuhkan kehadiran Sekolah Air Hujan di Papua Barat, agar air hujan bisa benar-benar dimanfaatkan sebagai kebutuhan dasar rumah tangga,” kata Derek, dalam keterangan tertulis Komunitas Banyu Bening yang diterima redaksi Wanaloka pada Senin, 6 Oktober 2025.

Komunitas Banyu Bening memperkenalkan teknologi ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan), sebuah teknologi tepat guna untuk pemanfaatan air hujan secara berkelanjutan sebagai solusi atas persoalan air bersih di Indonesia.

Baca juga: Mengenalkan Manfaat Air Hujan untuk Air Minum di Sukolilo Surabaya

Partisipasi Banyu Bening pada kegiatan Peringatan Bulan PRB 2025, komitmen komunitas untuk terus mendorong kesadaran masyarakat bahwa air hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi sumber daya penting yang dapat menjadi solusi krisis air bersih di masa depan. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Komunitas Banyu Beningmanfaat air hujanSekolah Air Hujan

Editor

Next Post
Operasi pencarian korban reruntuhan pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, diakhiri. BNPB menyebutkan korban tewas 61 orang. Foto BNPB.

Korban Tewas Runtuhan Bangunan Pesantren Al Khoziny Total 61 Orang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media