Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Robohnya Bangunan Pesantren Al Khoziny, Jumlah Korban Tewas Kini 49 Orang

Minggu, 5 Oktober 2025
A A
Pembersihan reruntuhan bangunan pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, bagian upaya dari Tim SAR untuk menemukan para korban. Foto BNPB.

Pembersihan reruntuhan bangunan pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, bagian upaya dari Tim SAR untuk menemukan para korban. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim gabungan pertolongan dan evakuasi hingga Minggu, 5 Oktober 2025, telah menemukan 49 korban tewas dalam peristiwa robohnya bangunan pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejak peristiwa robohnya gedung Ponpes Al Khoziny pada Senin, 29 September 2025, tim SAR sampai kini terus bekerja dengan kendala medan yanh cukup sulit, dan kini muncul kendala baru yakni penyakit dampak pembusukan mayat korban reruntuhan.

BNPB menyatakan, jumlah korban masih dalam pencarian menjadi 14 orang. Sedangkan jumlah yang telah ditemukan dalam kondisi selamat ada sebanyak 104 orang, 6 orang masih dalam perawatan secara intensif, 97 orang sudah selesai perawatan dan satu orang kembali ke rumah tanpa perawatan.

Menurut Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, dampak dari hal tersebut tidak kalah penting dalam rangkaian penanganan. Dijelaskannya, potensi penyakit lanjutan dampak pembusukan jenazah yang sudah memasuki tujuh hari, kendati tidak menularkan penyakit berbahaya secara langsung kepada petugas maupun masyarakat sekitar, namun hal itu menjadi perhatian BNPB.

Baca juga: SAR Indonesia Berhasil Evakuasi 15 Korban Gempa Turki

Secara umum, proses pembusukan jenazah memang menghasilkan cairan dan gas yang berbau, namun pada umumnya tidak menjadi sumber penularan penyakit menular seperti HIV, TBC, atau Covid-19.

Risiko kesehatan justru dapat timbul apabila cairan pembusukan mencemari sumber air bersih di sekitar lokasi, terutama di daerah padat penduduk atau yang memiliki sanitasi kurang memadai. Kondisi ini dapat memicu munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, tifoid, atau hepatitis A, bukan karena kontak langsung dengan jenazah, tetapi akibat air yang terkontaminasi.

Sebagai solusi, BNPB bersama Pusat Krisis Kesehatan RI dan Dinkes bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur akan menambah porsi penyemprotan insektisida maupun disinfektan termasuk strategi pengelolaan lingkungan di area pembersihan puing dan kawasan sekitar. Tujuannya untuk memitigasi dan mencegah terjadinya penyakit lanjutan dari pembusukan jenazah yang sudah memasuki hari ketujuh.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bangunan RuntuhBNPBITSJawa TimurPesantren Al Khoziny

Editor

Next Post
Mengangkat tema pemanfaatan air hujan, Komunitas Banyu Bening Yogyakarta berpartisipasi di Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 Mojokerto, Jawa Timur, digelar pada 1–3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Edukasi Pemanfaatan Air Hujan di PRB 2025 Mojokerto

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media