Biomassa sendiri dapat diolah melalui pembakaran langsung, biogas, bioetanol, hingga pirolisis yang menghasilkan biochar dan bio-oil bernilai tambah.
Sejauh ini, IPB University telah mengembangkan berbagai inovasi energi termal, salah satunya teknologi pengering surya tipe efek rumah kaca (ERK) sejak 1980-an. Inovasi itu untuk membantu proses pengeringan hasil pertanian tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.
Selain itu, energi surya juga dimanfaatkan untuk sistem pendinginan produk perikanan melalui listrik berbasis photovoltaic (PV) yang menggerakkan sistem pendingin kompresi uap, sehingga membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama.
Isu energi dan perubahan iklim sendiri menjadi perhatian global, di mana pembakaran bahan bakar fosil masih menjadi sumber utama emisi karbon dioksida (CO₂) yang memicu efek rumah kaca dan peningkatan suhu bumi.
Melalui pengembangan teknologi seperti CHPP, Edy mendorong pemanfaatan energi secara lebih efisien. Tidak hanya untuk menekan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru dari energi yang selama ini terbuang. [WLC02]
Sumber: IPB University






Discussion about this post