Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Edy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik

Konsep combined heat, power and product (CHPP) menjadi solusi efisiensi energi industri.

Sabtu, 23 Mei 2026
A A
Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. I

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. I

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan pengurangan emisi, panas sisa dari proses industri sering kali terbuang percuma. Padahal, panas tersebut dapat diolah kembali menjadi sumber energi dan produk bernilai tambah.

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso memperkenalkan konsep combined heat, power and product (CHPP) sebagai solusi efisiensi energi industri. Konsep ini memungkinkan panas dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik sekaligus produk bernilai tambah, seperti biochar dan bio-oil.

“Panas yang selama ini terbuang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan listrik maupun produk lain yang bernilai tambah,” ujar Edy saat Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University di Kampus IPB Dramaga, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kebutuhan energi termal di Indonesia saat ini masih didominasi batu bara dan gas alam, sementara potensi energi terbarukan sangat besar. Pembahasan energi tidak hanya berkaitan dengan listrik. Namun juga sistem termal yang digunakan dalam berbagai proses pengolahan produk pertanian dan perikanan, seperti pemanasan, pengeringan, dan pendinginan.

Dalam kebijakan energi nasional, sektor energi diarahkan pada pemanfaatan energi terbarukan sebesar 51 persen dan efisiensi energi sebesar 37 persen. Namun, pemanfaatan energi surya di Indonesia masih dinilai minim meskipun potensinya melimpah.

Selain CHPP, ada juga pemanfaatan teknologi organic rankine cycle (ORC) untuk mengolah sumber panas bersuhu rendah agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai energi. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya agromaritim, seperti biomassa, energi surya, panas bumi, angin, hingga energi laut yang dapat dikembangkan menjadi energi berkelanjutan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Edy HartulistiyosoEfek Rumah KacaFakultas Teknik dan Teknologi IPB University

Editor

Next Post
Ilustrasi kuda laut. Foto Aristal/Pixabay.com.

Spesies Kuda Laut di Indonesia Terancam Penangkapan Tanpa Batas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media