Baca juga: Empat Hotel Bintang Tiga di Puncak Disegel karena Buang Limbah ke Ciliwung
Kapal ini telah tiba di Jakarta pada 5-6 Agustus 2025 setelah berlayar dari Xiamen, Tiongkok, sejak 28 Juli 2025.
Proses akuisisi data di lokasi penelitian dijadwalkan berlangsung pada 13-25 Agustus 2025. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh data akurat untuk model mitigasi bencana geologi dan berkontribusi pada kebijakan eksplorasi sumber daya laut yang berkelanjutan.
Harapan lainnya, terjadi transfer ilmu pengetahuan yang signifikan, juga memperkuat kapasitas SDM Indonesia di bidang kelautan. Serta, semakin erat jejaring riset internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam eksplorasi sumber daya laut berkelanjutan.
Baca juga: Pelepasliaran Kucing Akibatkan Overpopulasi, Zoonosis hingga Mengganggu Ekosistem
Dua peneliti ITB
Dua peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut serta bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju perairan selatan Pulau Sumba. Keduanya adalah Gabriella Alodia dari Kelompok Keahlian/Keilmuan (KK) Hidrografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) dan Alvina Kusumadewi Kuncoro dari KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Gabriella berfokus pada observasi data-data pendukung seperti analisis morfologi dasar laut menggunakan multibeam echosounder, pengamatan gaya berat menggunakan marine gravimeter. Serta penentuan posisi instrumen OBS dan OBEM yang akan diletakkan di dasar Samudera Hindia pada kedalaman dua hingga enam kilometer menggunakan metode akustik.
Sementara Alvina berfokus pada pemodelan geodinamika numerik berbasis fisika dua dimensi pada area survei. Model geodinamika yang dihasilkan kemudian akan divalidasi dengan data-data observasi dari kerangka global navigation satellite system (GNSS) terdekat, profil seismik yang dihasilkan dari OBS, serta distribusi gempa setempat.
Baca juga: Dalam 40 Tahun, Satu Juta Hektare Lahan Mangrove Hilang Akibat Alih Fungsi Lahan
Pelayaran ilmiah ini akan berlangsung selama 16 hari dengan pelabuhan kedatangan kembali ke Tanjung Priok pada tanggal 26 Agustus 2025.
Penelitian gabungan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas riset laut dan samudera nasional melalui kerja sama riset bersama periset mancanegara, menyediakan data dan informasi yang akurat terkait keanekaragaman hayati dan sumber daya geologi perairan Indonesia. Nantinya menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk eksplorasi dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Dalam rangka menunjang prioritas nasional, serta mendidik dan melatih generasi muda sebagai periset laut dan samudera melalui hands-on experience di bawah bimbingan para peneliti dan teknisi senior.
Para peneliti Indonesia yang dibiayai melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Invitasi ini turut diharapkan untuk menjaga jejaring dan terus berkolaborasi untuk memacu perkembangan ekosistem riset laut dan samudera di Indonesia. [WLC02]







Discussion about this post