Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Empat Orangutan Dipulangkan ke Indonesia di Tengah Perusakan Hutan Sumatra

Kamis, 25 Desember 2025
A A
Dua dari empat orangutan korban perdagangan ilegal yang dipulangkan dari Thailand, 23 Desember 2025. Foto Geopix.

Dua dari empat orangutan korban perdagangan ilegal yang dipulangkan dari Thailand, 23 Desember 2025. Foto Geopix.

Share on FacebookShare on Twitter

Geopix mengapresiasi langkah Kementerian Kehutanan dalam memulangkan empat individu orangutan yang diberi nama Jay, Raikhing, Noon, dan Bow dari Thailand ke Indonesia. Menurut Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, repatriasi merupakan salah satu capaian penting dalam penegakan hukum dan perlindungan satwa liar lintas negara dan implementasi kerja sama internasional dalam kerangka Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Akibat Siklon Tropis Grant

Repatriasi juga makin menegaskan bahwa kejahatan perdagangan satwa liar dilindungi masih terus berlangsung dan menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Repatriasi yang dilakukan menunjukkan tindakan-tindakan kolektif dan sekaligus didorong sebagai tindakan korektif. Diharapkan menjadi momentum strategis untuk mendorong gerakan yang lebih luas guna menuntut pengembalian seluruh satwa liar dilindungi dari Indonesia yang diperdagangkan secara ilegal ke luar negeri.

“Kita tidak boleh lengah atas pencapaian ini , karena masih banyak satwa liar dilindungi Indonesia yang berada di luar negeri akibat kejahatan perdagangan ilegal lintas negara,” kata Annisa dalam siaran tertulis.

Geopix mendorong dukungan lintas pemangku kepentingan, pemerintah, masyarakat sipil, komunitas internasional, dan media untuk terus menuntut pemulangan satwa-satwa tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Baca juga: Puan Maharani Ajak Perempuan Pastikan Bumi Jadi Rumah Aman Bagi Generasi Masa Depan

Sejalan dengan itu, Geopix juga turut aktif menggalang dukungan publik dan kolaborasi lintas negara untuk memperkuat tekanan moral dan politik agar proses pemulangan satwa liar dilindungi segera dilakukan. Termasuk terhadap puluhan orangutan yang saat ini masih berada di negara lain seperti India.

“Bagi kami, repatriasi satwa-satwa liar dilindungi milik Indonesia dari berbagai negara di luar negeri yang memperolehnya secara tidak sah, merupakan bagian dari pengakuan kedaulatan Indonesia atas kekayaan alamnya serta tanggung jawab bersama para pihak,” kata Annisa.

Selain itu, dalam kerangka tujuan lebih luas, repatriasi hanyalah bagian kecil upaya untuk melindungi kekayaan alam Indonesia. Lebih dari itu, diperlukan upaya serius dan konsisten untuk memperkuat sistem pencegahan, pengawasan yang ketat, serta penegakan hukum yang konsisten agar menimbulkan efek jera dan transformasi yang dibutuhkan.

Tanpa Upaya yang lebih keras, perdagangan satwa liar dilindungi akan terus berulang dan merongrong kekayaan keanekaragaman hayati dan kedaulatan negara. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hutan SumatraorangutanPerdagangan satwa liarRepatriasi

Editor

Next Post
Proses drop bantuan dengan helikopter untuk masyarakat di Karangbaru, Aceh Tamiang, 29 November 2025. Foto Dok. BNPB.

UGM dan IPB Siapkan Langkah Penanggulangan Dampak Bencana Sumatra

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media