Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gagal Ginjal Akut pada Anak Capai 189 Kasus, Waspada Gejala Khasnya

Rabu, 19 Oktober 2022
A A
Ilustrasi anak-anak Indonesia. Foto aditiotantra/pixabay.com.

Ilustrasi anak-anak Indonesia. Foto aditiotantra/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) jumlah kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak usia 6 bulan-18 tahun meningkat sejak Agustus lalu. Per tanggal 18 Oktober 2022 dilaporkan mencapai 189 kasus yang didominasi anak usia 1-5 tahun. Temuan kasus tersebut di Indonesia sejak awal 2022 lalu.

Kemenkes meminta orang tua tidak panik, melainkan tetap tenang dan waspada. Terutama apabila anak mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk.

Langkah awal yang dilakukan orang tua adalah memantau kondisi anak. Juga memastikan anak yang sakit tercukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan minum air. Apabila anak mengalami keluhan mengarah pada penyakit gagal ginjal akut, sebaiknya orang tua segera konsultasi ke tenaga kesehatan.

Baca Juga: Gajah Betina Mati di Aceh Timur Diduga Makan Bahan Pupuk

“Jangan ditunda atau mencari pengobatan sendiri,” kata Pelaksana Tugas Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dokter Yanti Herman.

Gejala khas yang perlu diwaspadai orang tua adalah jumlah air seni semakin sedikit, bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Juga perubahan warna pada urine menjadi kuning pekat atau kecokelatan. Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Terutama kondisi tersebut dialami anak selama 6-8 jam (saat siang hari),” tegas Yanti.

Baca Juga: La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

Langkah lain dari Kemkes adalah menerbitkan Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022.
Surat keputusan yang diterbitkan pada 28 September 2022 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dini sekaligus sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan penanganan medis kepada pasien gagal ginjal akut.

“Isinya memuat pedoman serangkaian kegiatan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan lain dalam menangani pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal sesuai indikasi medis,” kata Yanti.

Baca Juga: UNS Kembangkan Alarm Warna-Warni untuk Peringatan Dini Banjir Bagi Difabel

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: buang air kecilgagal ginjal akutgagal ginjal akut pada anakIDAIKemkesTata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikalurine

Editor

Next Post
Harimau sumatera Siti Mulye Putri Reyko yang dilepasliarkan di hutan lindung Sangir, Aceh, 18 Oktober 2022. Foto ppid.menlhk.go.id

Lepas dari Jerat, Siti Reuko Kembali Mengaum di Hutan Sangir Aceh

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media