Rabu, 23 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gangguan Ginjal, Ancaman Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19

Gangguan ginjal kembali booming setelah masuk kategori komorbid berisiko tinggi pada pasien Covid-19. Mengapa tingkat kematiannya tinggi sejak sebelum pandemi?

Rabu, 16 Maret 2022
A A
Ilustrasi gangguan ginjal. Foto IMGMIDI/pixabay.com.

Ilustrasi gangguan ginjal. Foto IMGMIDI/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Meta menjelaskan gangguan ginjal terbagi menjadi dua, yaitu gangguan ginjal akut atau terjadi secara tiba-tiba dan kronis atau gangguan yang sudah lama terjadi.

Gangguan ginjal akut biasanya disebabkan karena asupan minum yang kurang, muntah yang hebat, diare yang banyak sehingga menyebabkan kurangnya cairan pada tubuh. Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan gangguan ginjal akut.

Sedangkan gangguan ginjal kronis disebabkan oleh penyakit jangka panjang, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit jantung, infeksi yang tidak diobati dengan efektif. Akibatnya secara perlahan akan merusak ginjal dan mengurangi fungsi organ tersebut dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Momen Langka Menetasnya Telur Elang Jawa Terekam CCTV

Jika ginjal mengalami gangguan, maka fungsi untuk menyaring racun dan zat berbahaya yang dihasilkan dalam proses metabolisme tubuh juga akan terganggu. Apabila berkepanjangan dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ yang disebut gagal ginjal kronis.

“Ini sangat membahayakan kelangsungan hidupnya dan dalam jangka panjang akan menurunkan produktifitas penderitanya,” imbuh Djoko.

Spesialisasi Dokter untuk Berkonsultasi

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk deteksi dini gangguan ginjal. Beberapa gejalanya seperti terjadi peningkatan tekanan darah dan nadi, adanya pembengkakan bagian tubuh, wajah pucat atau anemia, dan buang air kecil yang menurun.

Pemeriksaan dilakukan di laboratorium, seperti memeriksa ureum, kreatinin, dan urine untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah dapat menjadi tanda ada gangguan pada ginjal. Ada juga pemeriksaan elektrolit yang menunjukkan ada gangguan ginjal apabila elektrolitnya tidak seimbang.

“Ini pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan,” tutur Meta.

Baca Juga: Punya Risiko Tinggi Diabetes, Lakukan Skrining Dini Setahun Sekali

Apabila merasakan gejala gangguan fungsi ginjal, Meta menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam terdekat. Seperti berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk mengetahui penyebab gangguan ginjal. Apabila gangguan ginjal karena ada pembesaran prostat, kemudian konsultasi dengan dokter spesialis urologi. Perlu dilakukan tindakan tertentu apabila prostat yang membesar menyebabkan gangguan aliran kencing. Jika gangguan ginjal disertai ada gangguan tumor di daerah ginekologi atau rahim, maka dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam atau dokter kandungan.

“Selain dokter penyakit dalam, juga bisa berkonsultasi kepada dokter penyakit dalam yang khusus konsultan ginjal dan hipertensi,” ucap Meta. [WLC02]

Sumber: unair.ac.id, 14 Maret 2022 dan ugm.ac.id, 15 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Covid-19gangguan ginjal akutgangguan ginjal kronisHari Ginjal Seduniamortalitaspandemipenyakit ginjal kronisThe World Kidney Day

Editor

Next Post
Ilustrasi hutan. Foto GregMontani/pixabay.com.

Hari Bhakti Rimbawan, Mimpi Menteri Siti akan Kembalinya Hutan Tropika Basah Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media