Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gelombang Rossby Ekuatorial, Pemicu Hujan Ekstrem di Padang dan Jayapura

Temuan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia.

Sabtu, 21 Februari 2026
A A
Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.

Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun peningkatan tertinggi justru terjadi ketika beberapa mekanisme atmosfer aktif secara bersamaan, seperti ER waves, MJO, Kelvin, dan sirkulasi meridional. Kemudian membentuk konvergensi terfokus di wilayah pesisir dan diperkuat topografi.

Baca juga: Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung

Sementara di Kota Jayapura, peningkatan peluang hujan ekstrem paling kuat terjadi ketika Gelombang Rossby Ekuatorial berinteraksi dengan sirkulasi meridional. Kombinasi tersebut menjadi lebih signifikan ketika turut melibatkan gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang membantu memfokuskan konvergensi di sekitar ekuator dan memperkuat akumulasi uap air di utara Papua.

Sementara perbedaan karakteristik kedua kota tercermin dalam pola waktu kejadian hujan ekstrem. Di Padang, puncak hujan ekstrem umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, sejalan dengan pengaruh pemanasan siang dan penguatan orografis.

Sebaliknya, di Jayapura, puncak hujan ekstrem lebih dominan terjadi pada dini hari yang mencerminkan peran proses laut dan propagasi sistem konvektif yang dipengaruhi gelombang atmosfer.

Studi ini menegaskan bahwa untuk memahami dan meningkatkan kemampuan prediksi kejadian hujan ekstrem di Indonesia, diperlukan pendekatan yang melihat interaksi antar proses atmosfer secara terpadu. Bukan hanya satu faktor secara terpisah.

“Temuan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia yang rentan terhadap variabilitas iklim tropis,” harap Fadli dalam siaran tertulis, Jumat, 20 Februari 2026. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gelombang Rossby EkuatorialHujan EkstremIklim TropisPRIA BRIN

Editor

Next Post
Ilustrasi daerah kepulauan di Indonesia. Foto Walhi.

Kritik Walhi, RUU Daerah Kepulauan Hanya Memperkuat Posisi Pemda 

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi daerah kepulauan di Indonesia. Foto Walhi.Kritik Walhi, RUU Daerah Kepulauan Hanya Memperkuat Posisi Pemda 
    In News
    Sabtu, 21 Februari 2026
  • Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.Gelombang Rossby Ekuatorial, Pemicu Hujan Ekstrem di Padang dan Jayapura
    In IPTEK
    Sabtu, 21 Februari 2026
  • Ilustrasi sinkhole. Foto earthenviromental.co.uk.Tak Semua Lubang Raksasa adalah Sinkhole, Pakar Ungkap Tanda-tandanya
    In Lingkungan
    Jumat, 20 Februari 2026
  • Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung
    In IPTEK
    Jumat, 20 Februari 2026
  • Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia
    In Rehat
    Kamis, 19 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media