Minggu, 18 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Batang Merusak karena Terjadi di Jalur Sesar Aktif Segmen Pekalongan

Selasa, 9 Juli 2024
A A
Salah satu kondisi rumah rusak pascagempa Batang, Ahad, 7 Juli 2024. Foto BPBD Batang.

Salah satu kondisi rumah rusak pascagempa Batang, Ahad, 7 Juli 2024. Foto BPBD Batang.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 8 Juli 2024 pukul 21:00 WIB, jumlah bangunan rumah yang rusak akibat gempa Batang bertambah menjadi 240 unit. Rinciannya melipti rumah rusak berat 14 unit, rusak sedang 34 unit dan rusak ringan 192 unit.

Sebaran kerusakan terjadi di Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Wilayah teridentifikasi adanya kerusakan berada di Kecamatan Batang, Warungasem dan Wonotunggal yang berada di Kabupaten Barang. Sedangkan di Kota Pekalongan, 2 rumah warga yang rusak di Kecamatan Pekalongan Timur.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan sifat merusak atas gempa Batang berkekuatan Magnitudo 4,4 pada Ahad, 7 Juli 2024 pukul 14.35 WIB tersebut karena wilayah Pekalongan dan Batang merupakan daerah rawan gempa. Di sana terdapat jalur sumber gempa sesar aktif Segmen Pekalongan. Pusat gempa Batang berada di 5 km timur laut Batang dengan kedalaman 6 km.

Baca Juga: Korban Longsor Bone Bolango Jadi 10 Orang Tewas dan 43 Orang Hilang

“Menurut Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN, data 2017) mampu memicu gempa hingga mencapai magnitudo M6,5,” jelas Daryono yang dikutip dari akun X (Twitter) @DaryonoBMKG tertanggal 8 Juli 2024.

Dan gempa merupakan jenis bencana alam dengan karakter “low frequency high impact”. Artinya, jarang terjadi, tetapi saat gempa terjadi dapat berdampak signifikan, seperti merusak.

“Jadi meskipun di suatu daerah lama tidak terjadi gempa, tetapi karena ada sumbernya, perlu kewaspadaan tinggi terhadap potensi gempa,” kata Daryono.

Baca Juga: Desain Bandara YIA Diklaim Tahan Gempa Megathrust M8,7 dan Tsunami

Berdasarkan catatan BMKG, usai gempa utama terjadi, gempa Batang diikuti tiga kali gempa susulan (aftershock) pada hari yang sama. Gempa susulan pertama dengan magnitude 2,2 pada pukul 15.35.56 WIB; gempa susulan kedua M2,5 pada pukul 18.07.40 WIB; dan gempa susulan ketiga M1,9 pada pukul 18.28.54 WIB.

Lantaran Batang dan Pekalongan merupakan daerah yang terletak dekat dengan jalur sumber gempa aktif, ia meminta masyarakat di sana wajib melakukan mitigasi gempa untuk antisipasi. Caranya adalah dengan menerapkan mitigasi struktural, membangun bangunan yang kuat serta upaya mitigasi non-struktural dengan memahami cara selamat saat terjadi gempa.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBgempa Batangjalur sesar aktifKepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG DaryonoPusat Studi Gempa Nasionalstatus tanggap darurat

Editor

Next Post
Penyebab hujan masih turun saat musim kemarau, 8 Juli 2024. Foto BMKG.

Peringatan Dini Cuaca, Ini Pulau yang Masih Diguyur Hujan dan Angin Kencang 8-14 Juli

Discussion about this post

TERKINI

  • Rapat pleno untuk mendengarkan penjelasan pengusul dari Fraksi PAN terkait RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim di Gedung DPR RI, Jakarta, 15 Januari 2026. Foto Geral-Andri/DPR.Legislator Usulkan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Atur Perdagangan Karbon
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Ilustrasi koruptor sumber daya alam. Foto Robert_Anthony_Art/pixabay.com.Walhi Ingatkan Pilkada Tak Langsung Rawan Korupsi Sumber Daya Alam
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst
    In IPTEK
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama
    In Rehat
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.idIndonesia Peringkat Kedua Rawan Bencana, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
    In Lingkungan
    Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media