Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Susulan di Selat Sunda Banten Kembali Terjadi

Sabtu, 13 Mei 2023
A A
Gempa susulan di Selat Sunda Banten magnitudo 4,6 pada Sabtu malam, 13 Mei 2023. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episentrum gempa BMKG.

Gempa susulan di Selat Sunda Banten magnitudo 4,6 pada Sabtu malam, 13 Mei 2023. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episentrum gempa BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa susulan di Selat Sunda Banten kembali terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiika (BMKG) melaporkan terjadi gempa di Selat Sunda Banten pada Sabtu malam, 13 Mei 2023, dengan kekuatan 4,6 magnitudo.

Gempa yang terjadi pada Sabtu malam ini masih rangkaian dari gempa 5,4 magnitudo di Selat Sunda Banten, pada Rabu, 10 Mei 2023. BMKG mencatat sudah terjadi 88 kali gempa susulan.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto menjelaskan, wilayah Sumur, Banten dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu malam pukul 20.27 WIB.

Baca Juga: Rentetan Gempa di Selat Sunda Banten 29 Kali Terjadi

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 4,6 magnitudo. Episenter terletak pada koordinat 6.49 derajat Lintang Selatan dan 104.87 derajat Bujur Timut, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km Barat Laut Sumur, Banten pada kedalaman 10 kilometer.

Hartanto mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif.

Baca Juga: Australia akan Buang Limbah Berbahaya, Awas Ancaman Tumpah di Laut Indonesia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa dangkal di Selat Sunda Bantengempa di Selat Sunda Bantengempa susulan di Selat Sunda BantenSelat SundaSesar Aktif Selat Sunda

Editor

Next Post
Pemandangan indah di punggung Gunung Rinjani, 1 Mei 2023. Foto Al Mulki Fazri Ritonga/Wanaloka.com.

Pertama Kali Mendaki Rinjani Pascalebaran dari Sembalun Kembali ke Sembalun

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media