Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pertama Kali Mendaki Rinjani Pascalebaran dari Sembalun Kembali ke Sembalun

Gunung Rinjani ternyata menjadi salah satu jujugan wisata pascalebaran. Bagi Sobat Wanaloka yang baru akan mendaki Rinjani, yuk simak pengalaman ini.

Minggu, 14 Mei 2023
A A
Pemandangan indah di punggung Gunung Rinjani, 1 Mei 2023. Foto Al Mulki Fazri Ritonga/Wanaloka.com.
Suasana jalur menuju puncak Gunung Rinjani, 1 Mei 2023. Foto Al Mulki Fazri Ritonga/Wanaloka.com.
Warna warni tenda para pendaki di punggung Gunung Rinjani, 1 Mei 2023. Foto Al Mulki Fazri Ritonga/Wanaloka.com.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keinginan menjejakkan kaki di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya kesampaian di penghujung April 2023, usai lebaran. Ini pengalaman saya pertama kali ke Rinjani. Bersama empat orang kawan mulai menapak kaki gunung dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) saat matahari mulai beranjak terik, 30 April 2023, sekitar pukul 10.00.

Kami memilih jalur yang diambil kebanyakan pendaki, yakni Jalur Sembalun. Jalur ini dipilih karena treknya lebih mendatar. Tetapi lebih panjang, lebih lama, dan lebih panas karena melalui padang savana. Berbeda dengan Jalur Senaru yang lebih syahdu, karena melewati hutan. Cuma treknya lebih menanjak. Jalur ini biasanya menjadi jalan pulang dari Sembalun. Sementara dua jalur resmi lama lainnya adalah Aik Berik dan Tinambuh.

Dan sama seperti beberapa tempat wisata lainnya, Rinjani juga menjadi tempat pilihan beberapa pendaki, baik tua hingga muda untuk menghabiskan waktu pascalebaran. Meskipun sangat menguras tenaga untuk mencapai keindahan yang ada di ketinggian 3.726 mdpl, tetapi para pendaki tetap berbondong-bondong mendatangi salah satu dari tujuh gunung tertinggi di Indonesia (The Seven Summits of Indonesia) itu.

Baca Juga: Gempa Susulan di Selat Sunda Banten Kembali Terjadi

Jumlah pendaki di sana pun membeludak. Akibatnya, tak sedikit yang tidak bisa mendirikan tenda di pos terakhir yang merupakan camp area atau lokasi berkemah Plawangan Sembalun di ketinggian 2.600 mdpl. Lantaran sudah penuh diisi tenda-tenda para pendaki yang sudah tiba lebih awal.
Kami termasuk pendaki yang ‘setengah beruntung’ tiba di sana sekitar pukul 8 malam. Sebab masih mendapatkan sedikit tempat, walaupun hanya bisa mendirikan 1 tenda ukuran 3 orang. Sementara untuk mendaki Rinjani setidaknya butuh waktu 4 hari 3 malam untuk naik hingga turun sembari menikmati pemandangan di sana.

Salah satu teman, Falaq menjelaskan, pascalebaran dan tahun baru adalah musim pendakian di Rinjani, sehingga selalu ramai pendaki. Mengambil start lebih awal adalah salah satu solusi untuk bisa mendapatkan lokasi mendirikan tenda yang nyaman.

“Bahkan para pendaki biasa menyuruh porternya untuk berjalan cepat duluan di depan. Biar bisa mendirikan tenda lebih dahulu di camp area,” papar Falaq.

Baca Juga: Australia akan Buang Limbah Berbahaya, Awas Ancaman Tumpah di Laut Indonesia

Sebagian pendaki Rinjani pun sudah paham cara mensiasati tim mereka agar bisa mendapatkan tempat bermalam apabila mereka merasa tertinggal ataupun yakin tidak mendapat tempat di camp area. Seperti dengan mendirikan tenda di Pos 3 dan Pos 4. Bahkan ikut ke puncak pada hari berikutnya agar bisa mendirikan tenda lagi di camp area Plawangan Sembalun. Cara terakhir ini justru mendekatkan tenda mereka di puncak 3.726 mdpl itu.

Beberapa porter Rinjani mengungkapkan, biasanya kepadatan jalur pendakian akan berakhir satu bulan setelah Lebaran Idulfitri, bahkan hingga mendekati Hari Raya Iduladha.

“Selain karena ingin menyesuaikan dengan cuaca yang lumayan baik, para pendaki datang juga karena masih memiliki uang cukup pascalebaran itu,” jelas mereka.

Baca Juga: Bencana Makin Kompleks, BMKG Gagas Pusat Koordinasi Multi Bahaya ASEAN

Meskipun kuota pendaki yang akan naik Rinjani telah ditetapkan pihak yang berwenang, tetapi belum bisa mengurangi kepadatan penempatan tenda di camp area Plawangan Sembalun. Para pendaki berharap kepada antar sesama pendaki untuk bisa saling berbagi tempat. Selain itu, meminta mereka tidak terlalu banyak mendirikan tenda mengingat jumlah pendaki tidak sebanyak jumlah tenda yang didirikan. Harapan tersebut disampaikan demi terciptanya rasa saling berbagi sesama pencinta alam.

Selama mendaki Rinjani, menurut kami trek yang paling mengesankan adalah trek Bukit Penyesalan. Banyak canda tawa karena banyak pendaki yang berhenti sejenak di sana. Pun tangis dari beberapa teman yang hampir tidak sanggup melalui trek panjang yang harus didaki. Tak heran, Bukit Penyesalan adalah trek populer pendakian di Rinjani. Di situlah acapkali pendaki gamang antara melanjutkan naik atau menyerah turun. Apalagi saat itu kami mesti melewatinya dalam keadaan gelap dan sedikit gerimis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: camp area Plawangan SembalunDanau Sagara AnakGunung RinjaniJalur SembalunJalur ToreanPulau Lombok Nusa Tenggara Barat

Editor

Next Post
Sungai Cipunagara yang bermuara di Gunung Bukit Tunggul hingga Laut Jawa. Foto Facebook Sungai Cipunagara.

Perlu Dana Bagi Hasil APBN untuk Kawasan Konservasi dalam RUU KSDAHE

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media