Minggu, 31 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Tempe mendoan adalah makanan khas Banyumas. Dan hari ini jadi tema Google Doodle.

Sabtu, 29 Oktober 2022
A A
Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Menyenangkan, Cuaca Jakarta Pagi hingga Malam Cerah

Cara pengemasannya pun unik. Berbagai daun dapat digunakan untuk membungkus tempe selama fermentasi. Zaman dulu dibungkus dengan daun waru, jati, dan jambu. Dan kini dengan daun pisang. Namun yang paling sering ditemukan adalah dikemas dalam plastik. Sudah jarang menemukan tempe yang dibungkus dengan daun waru, termasuk di pasar tradisional sekalipun.

Mengonsumsi tempe punya manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan usus dan otak. Apalagi tempe kaya akan nutrisi seperti protein, serat, prebiotik, dan vitamin B12.

Baca Juga: Banjir Landa Lamsel dan Majene, BNPB Laporkan Dua Orang Meninggal Dunia

Sementara cara mengonsumsinya ada yang digoreng dengan tambahan bumbu dan potongan loncang. Rasanya gurih. Ada yang direbus untuk dibacem dengan campuran gula merah atau kecap. Produknya berasa manis. Ada juga yang langsung menjadi campuran sayur yang direbus. Bahkan ada yang jadi bahan sambal, namanya sambal tempe. Cukup dengan tambahan cabai, bawng putih, garam, dan sambal tempe. Disantap dengan nasi hangat, serasa sudah tak perlu pakai tambahan lauk lainnya. Nglawuhi, begitu istilah Bahasa Jawa-nya.

Tak terkecuali tempe mendoan. Dipotong tipis-tipis, dicelup dalam adonan terigu berbumbu, lalu digoreng. Disajikan dalam kondisi hangat. Dan jangan lupa dicocol sambal kecap sebelum dilahap. Jadi teman santai dan hangat pada musim penghujan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Google Doodleharga kedelaimakanan khas Bnayumaspasar tradisionalReza Dwi Setyawantempe gorengtempe mendoan

Editor

Next Post
Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media