Wanaloka.com – Gunung Ibu kembali mengalami erupsi, Ahad, 2 Juni 2024 pukul 12.35 WIT. Gunung api di Kabupaten Halmahera Barat itu memuntahkan material berupa abu beserta pasir vulkanik. Erupsi itu ditandai adanya muntahan kolom abu setinggi kurang lebih 7.000 meter dari kawah puncak utama atau 8325 meter di atas permukaan laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 373 detik.
Secara visual, kolom abu erupsi gunung api itu tidak terlihat jelas dari pos pengamatan karena tertutup kabut dan awan tebal. Namun kolom abu tampak terlihat membumbung tinggi ke angkasa dari Desa Duono.
Saat erupsi, angin bertiup ke arah barat. Muntahan material vulkanik terbawa angin hingga turun ke wilayah Pos PGA, termasuk lokasi pengungsian warga di lapangan Desa Gam Ici yang bersebelahan dengan pos tersebut.
Baca Juga: Pencarian Korban Banjir Bandang Kabupaten OKU Dihentikan
Sehari sebelumnya, berdasarkan data Magma Indonesia, Gunung Ibu juga erupsi pada tanggal 1 Juni 2024, pukul 11:03 WIT. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 5000 meter di atas puncak atau sekitar 6325 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 265 detik.
Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat menuju lokasi terdampak untuk melakukan monitoring dan Tindakan yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.
“Situasi cukup kondusif saat erupsi. Tidak ada kepanikan warga,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Baca Juga: Atasi Kekeringan, BMKG Isi 35 Waduk dengan Operasi Modifikasi Cuaca
Discussion about this post