Kamis, 5 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Ibu Meletus Dahsyat Tahun 1911 dan 1998, Mengapa 2024 Meletus Eksplosif?

Ahli vulkanologi ITB mengatakan gunung api akan meletus dengan volume dan interval yang sama. Mengapa Gunung Ibu sudah erupsi lagi?

Jumat, 31 Mei 2024
A A
Gunung Ibu di Halmahera Barat meletus pada 26 Mei 2024 pagi. Foto Magma Indonesia.

Gunung Ibu di Halmahera Barat meletus pada 26 Mei 2024 pagi. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

“Busur vulkanik bekerja selayaknya ‘event organizer’ karena saling terpengaruh oleh lempeng yang sama serta memiliki interval meletus yang hampir bersamaan,” jelas Mirzam.

Baca Juga: Mitigasi Bencana Susulan Galodo di Agam BNPB Ledakan Batuan Gunung Marapi

Sementara gunung api yang meletus akan menimbulkan bahaya primer dan sekunder. Bahaya primer adalah bahaya yang langsung terjadi saat erupsi terjadi, seperti aliran lava panas, wedus gembel, efek balistik, abu vulkanik, gas beracun, dan lahar.

Bahaya sekunder merupakan dampak yang timbul usai terjadinya erupsi, seperti tsunami, banjir bandang, dan perubahan cuaca.

“Bencana sekunder dapat lebih berbahaya karena muncul ketika masyarakat sudah mulai lengah,” kata Mirzam.

Berkaca pada pengalaman letusan Anak Krakatau pada tahun 2018, ia mengimbau seluruh pihak sepakat diperlukan kerja sama dengan seluruh lapisan untuk berkoordinasi dalam menangani peristiwa letusan Gunung Ibu.

Baca Juga: Gempa Dangkal 6,2 Magnitudo Guncang Simeulue Aceh

Masyarakat juga dituntut menjadi adaptif mengenali karakter gunung api serta meningkatkan kewaspadaan atas berbagai bahaya yang mungkin muncul.

“Dulu, kalau gunung meletus ada suara gemuruhnya dulu, tetapi sekarang banyak gunung yang tiba-tiba saja langsung erupsi. Jadi kita harus kenal dengan gunung api yang ada di sekitar kita,” tutur dia.

Penanganan Darurat Erupsi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama Forkopimda setempat meninjau penanganan darurat erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada 30 Mei 2024. Selain meninjau lokasi pengungsian di Desa Gam Ici dan Desa Tongute Ternate Asal untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik, juga berdialog dan memotivasi para pengungsi.

Baca Juga: Korban Meninggal Bencana Longsor Pegunungan Arfak Papua Barat Bertambah  

Berdasarkan data yang dihimpun tim BNPB di lapangan, terdapat lima titik pengungsian. Antara lain Gedung Serbaguna Desa Tongute Ternate Asal dengan rincian 959 jiwa, Lapangan Desa Gam Ici 417 jiwa, Gereja Desa Tongute Sungi terdapat 357 jiwa, SMP 3 Desa Tongute Sungi berjumlah 42 jiwa dan Kantor Desa Tongute Sungi sebanyak 45 jiwa, serta 191 jiwa lainnya masih dalam pendataan terpilah. Total pengungsi hingga 29 Mei 2024 pukul 17.00 WIT berjumlah 2.011 jiwa.

Kerugian materil yang tercatat meliputi 3.883 hektare kebun kelapa, 866 hektare Kebun Pala, 208 hektar Lahan Cengkeh, dan 368 hektar Kebun Kakao.

Suharyanto menjelaskan aset masyarakat yang rusak akan mendapat ganti. Uang ganti rusak ringan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta dan rusak berat Rp60 juta. Pemerintah daerah setempat juga diberi kesempatan untuk merelokasi warganya yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Baca Juga: Banjir Bandang OKU 6 Orang Meninggal, BNPB Salurkan Dana dan Logistik

“Seandainya harus relokasi dan mungkin punya tanah di tempat lain, di luar aera yang dilarang, boleh. Nanti pemerintah pusat akan bangunkan rumahnya,” kata Suharyanto di hadapan pengungsi.

Suharyanto juga melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan Forkopimda di kantor Bupati Halmahera Barat guna memberikan arahan terkait langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

“Karena masa tanggap darurat berakhir hari ini (30 Mei 2024),” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. [WLC02]

Sumber: ITB, BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBGunung IbuITBKabupaten Halmahera Baratkolom erupsiMirzam AbdurachmanPVMBG

Editor

Next Post
Bendungan Situ Lembang di Kabupaten Bandung Barat. Foto Kementerian PUPR.

Atasi Kekeringan, BMKG Isi 35 Waduk dengan Operasi Modifikasi Cuaca

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media