Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hadapi Ancaman Tsunami dengan Tsunami Ready Community, Apakah Itu?

UNESCO telah menyusun 12 indikator mitigasi bencana tsunami. Implementasinya melalui pembentukan Tsunami Ready Community di tiap-tiap daerah di berbagai negara. Sedangkan pelaksananya adalah semua pihak yang berkolaborasi, mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat, komunitas, dan sebagainya.

Minggu, 31 Juli 2022
A A
Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.

Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Predikat Tsunami Ready Community akan tercapai apabila semua pihak terlibat dengan berkolaborasi dan bersinergi,” kata Dwikorita, baik meliputi pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, masyarakat, dan media.

Ada tiga komunitas yang telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai Tsunami Ready Community. Salah satunya, Komunitas Tanjung Benoa – Bali yang dikukuhkan pada momen pertemuan Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR) Mei 2022.

Baca Juga: Menyoal Peta Bahaya Tsunami di NTT, Kepala BMKG Susur Jalur Evakuasi

Program tsunami ready pun tak hanya diterapkan di sektor pariwisata. Di Indonesia, program tersebut juga dimplementasikan BMKG bersama Pengelola Bandara (PT. Angkasa Pura) untuk infrastruktur kritis di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo dan di Bandara Ngurah Rai Bali.

Baca Juga: Gempa Terkini Magnitudo 5,5 Guncang Morowali

Sementara Tim Hidrografi Institut Teknik Bandung (ITB) melakukan pendampingan Desa Pangandaran untuk menjadi Tsunami Ready Community dengan memenuhi 12 indikator dari UNESCO. Mengingat desa tersebut merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan tsunami. Survei lapangan telah dilakukan Tim Pengabdian Masyarakat KK Hidrografi ITB yang diketuai Doktor Wiwin Windupranata sejak November 2020 dan Maret 2021 melalui skema Pengabdian Masyarakat Bottom-Up ITB. [WLC02]

Sumber: bmkg.go.id, itb.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGgempa dan tsunamiTanjung BenoaTsunami Ready CommunityUNESCO

Editor

Next Post
Ilustrasi perempuan dan anak pengungsi. Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.

Penanganan Bencana Tak Ramah Gender, Ini Solusinya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media