Sabtu, 12 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penanganan Bencana Tak Ramah Gender, Ini Solusinya

Perempuan dan laki-laki mempunyai kebutuhan pribadi yang berbeda. Begitu pun dalam penanganan bencana yang memposisikan mereka sebagai korban. Sayangnya, kebutuhan perempuan dan kelompok marginal lainnya acapkali terabaikan.

Minggu, 31 Juli 2022
A A
Ilustrasi perempuan dan anak pengungsi. Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.

Ilustrasi perempuan dan anak pengungsi. Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bencana tsunami menerjang sebuah desa nelayan di India pada 2004. Laki-laki warga desa yang bekerja menjadi nelayan tengah melaut saat tsunami terjadi. Riak gelombang di tengah lautan relatif lebih tenang. Sementara para perempuan yang tinggal di rumah yang berada di daratan langsung terpapar dampak bencana. Perempuan-perempuan itu langsung mengalami dua lapis dampak, yakni diterjang gelombang tinggi, sementara mereka tak bisa berenang.

Di Indonesia, bencana tsunami di Aceh pada 2004, maupun erupsi Gunung Merapi, dan bencana alam lainnya juga memberikan dampak yang lebih berat bagi perempuan ketimbang laki-laki. Mengingat perempuan acapkali menjadi pihak yang bertanggung jawab merawat anak dan orang tua di rumah. Bisa dibayangkan beban yang diterima perempuan saat terjadi bencana alam.

Baca Juga: Terjadi Gempa Letusan, Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada

“Bencana punya dampak yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki. Kelompok rentan seperti perempuan (juga anak-anak, orang tua, dan difabel) mendapat dampak multiple burden,” kata dosen Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM, Doktor Suzie Handajani dalam diskusi bertema “Bangun Budaya Sadar Bencana, Minimalkan Risiko Bencana” pada April 2022 lalu.

Persoalannya, perbedaan kebutuhan tersebut belum terbaca masyarakat saat melakukan mitigasi bencana. Akibatnya, dalam penanganan bencana dan penanganan pascabencana, perempuan kerap tidak mendapat hal-hal yang dibutuhkan.

“Sebab penanganan perempuan disamaratakan dengan laki-laki,” kata Suzie.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencanagenderkelompok rentanlaki-lakimitigasi bencanaperempuan

Editor

Next Post
Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penularan Penyakit Lewat Nyamuk

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media