Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Haenyeo, Perempuan Penyelam dengan Denyut Jantung Lebih Lambat dan Tekanan Darah Lebih Rendah

Fenomena ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan individu pada kondisi stres karena dapat menggunakan oksigen dalam kondisi terbatas secara lebih efisien.

Sabtu, 12 Juli 2025
A A
Haenyeo, perempuan penyelam bebas dari Korsel. Foto Hyung-sun Kim and Haenyeo Museum/UNESCO.

Haenyeo, perempuan penyelam bebas dari Korsel. Foto Hyung-sun Kim and Haenyeo Museum/UNESCO.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Kusta Bukan Penyakit Kutukan, Kusta Bisa Disembuhkan

Proses dan mekanisme adaptasi Haenyeo saat kondisi stres ketika menyelam dalam air tanpa peralatan menjadi daya tarik tersendiri. Sebab pada kondisi ekstrem sekalipun ternyata manusia dapat beradaptasi dengan baik.

Ronny berpandangan bahwa fenomena ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan individu pada kondisi stres. Sebab, rendahnya tekanan darah dan lebih lambatnya denyut jantung Haenyeo menyebabkan mereka dapat menggunakan oksigen yang terbatas secara lebih efisien dalam kondisi stres dibandingkan orang normal.

“Daya tahan Haenyeo terhadap suhu dingin di dalam air dan rasa nyeri akibat tekanan air juga merupakan contoh bagaimana manusia dapat beradaptasi dan berevolusi agar tetap bertahan pada kondisi stres,” jelas Ronny.

Baca juga: Konferensi Internasional Jadi Upaya Geopark Kaldera Toba Raih Kembali Green Card UNESCO

Dugaan adanya proses adaptasi bertahap ini tercermin pada kenyataan bahwa para perempuan ini tetap menyelam ketika mereka hamil. Bayi mereka pun mulai terekspos dalam lingkungan stres sejak dalam kandungan.

Ketahanan para penyelam perempuan ini secara perlahan muncul karena mereka terlatih menyelam dalam segala cuaca, termasuk saat turun salju dengan pakaian menyelam minimalis.

Terancam punah

Keunikan dan ketangguhan wanita penyelam Korea Selatan ini memang sudah melegenda dan menjadi ikon wisata yang banyak mengundang wisatawan mancanegara.

Baca juga: Dietriech Geoffrey, Merkuri Masuk ke Perairan Lewat Limbah Industri hingga Keramba Jaring Apung

Namun, ketenaran mereka tampaknya tengah terancam karena umur Haenyeo rata-rata sudah 70 tahun. Perempuan muda yang tertarik dengan profesi ini semakin sedikit.

“Jika tidak ada lagi generasi penerus, tentunya sangat mengkhawatirkan. Korea Selatan tidak hanya kehilangan ikon wisatanya, tetapi dunia bisa kehilangan kesempatan untuk mempelajari gen-gen yang mereka miliki yang akan bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia,” papar dia.

Ronny menyimpulkan, Haenyeo merupakan salah salah contoh fenomena perpaduan faktor genetik dan lingkungan yang berfungsi untuk memelihara sistem metabolisme yang normal pada kondisi stres (Homeostasis).

Variasi genetik ketahanan pada kondisi stres ini merupakan produk evolusi sekaligus modal bagi makhluk hidup, termasuk manusia untuk dapat bertahan jika mendapat tekanan stres lingkungan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: HaenyeoIPB UniversityKorea Selatanpenyelam bebasProf. Ronny Rachman Noor

Editor

Next Post
Pantai Bulbul di Kabupaten Toba diminta Wamenpar Ni Luh Puspa dibenahi karena dipenuhi bangunan, 11 Juli 2025. Foto Dok. Kemenpar.

Demi Green Card UNESCO, Promosi Wisata dari Humbang Hasundutan hingga Toba

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media