Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi 2024, Walhi Papua Serukan Bahaya Kerusakan Alam Papua

Bencana ekologis akibat dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat Papua sejak 2019.

Senin, 22 April 2024
A A
Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Share on FacebookShare on Twitter

Walhi Papua juga mengajak seluruh elemen rakyat tokoh agama, tokoh adat, perempuan, laki-laki, tua muda, di pelosok kampung dan kota di Papua, bergotong-royong menjaga bumi. Bisa dimulai dengan menghentikan perusakan alam atas kepentingan perluasan perkebunan monokultur skala besar, perampasan tanah dan hutan adat Papua, lahan perkebunan sawit, tambang, infrastruktur energi kotor dan mega proyek skala besar seperti food estate, pabrik migas dan lainnya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang Masa ke Masa dari Normal Jadi Awas

Pada peringatan Hari Bumi 2024 yang bertema “Tanah Papua adalah Rumah Kita” , Walhi Papua menyerukan:

Pertama, kehadiran pemerintahan baru di Tanah Papua mendorong pembangunan kemandirian dalam kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Antara lain dengan mengkritisi secara aktif berbagai rencana, kebijakan, atau proyek yang dapat meningkatkan kontaminasi, kerusakan lingkungan hidup dan kerawanan bencana.

Baca Juga: Fokus Penanggulangan Erupsi Gunung Ruang 8000 Warga Mengungsi

Kedua, melakukan desakan kepada institusi negara melalui pemerintah daerah se-Tanah Papua untuk meletakkan landasan bagi penyelamatan generasi yang akan datang melalui komitmen nyata, memitigasi risiko kerusakan lingkungan, penurunan emisi gas rumah kaca yang bertujuan dan tidak membahayakan nasib generasi yang akan datang.

Ketiga, membangun kekuatan politik rakyat dan agenda politik hijau guna terwujudnya kelangsungan ekologis bagi generasi hari ini dan generasi yang akan datang. [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alarm tanda bahayabencana ekologisHari Bumi Seduniakerusakan alamTanah PapuaWalhi Papua

Editor

Next Post
Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Mirzam Abdurrachman, Erupsi Gunung Ruang Pernah Picu Tsunami Tahun 1871

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media