Selasa, 10 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi 2024, Walhi Papua Serukan Bahaya Kerusakan Alam Papua

Bencana ekologis akibat dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat Papua sejak 2019.

Senin, 22 April 2024
A A
Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Share on FacebookShare on Twitter

Walhi Papua juga mengajak seluruh elemen rakyat tokoh agama, tokoh adat, perempuan, laki-laki, tua muda, di pelosok kampung dan kota di Papua, bergotong-royong menjaga bumi. Bisa dimulai dengan menghentikan perusakan alam atas kepentingan perluasan perkebunan monokultur skala besar, perampasan tanah dan hutan adat Papua, lahan perkebunan sawit, tambang, infrastruktur energi kotor dan mega proyek skala besar seperti food estate, pabrik migas dan lainnya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang Masa ke Masa dari Normal Jadi Awas

Pada peringatan Hari Bumi 2024 yang bertema “Tanah Papua adalah Rumah Kita” , Walhi Papua menyerukan:

Pertama, kehadiran pemerintahan baru di Tanah Papua mendorong pembangunan kemandirian dalam kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Antara lain dengan mengkritisi secara aktif berbagai rencana, kebijakan, atau proyek yang dapat meningkatkan kontaminasi, kerusakan lingkungan hidup dan kerawanan bencana.

Baca Juga: Fokus Penanggulangan Erupsi Gunung Ruang 8000 Warga Mengungsi

Kedua, melakukan desakan kepada institusi negara melalui pemerintah daerah se-Tanah Papua untuk meletakkan landasan bagi penyelamatan generasi yang akan datang melalui komitmen nyata, memitigasi risiko kerusakan lingkungan, penurunan emisi gas rumah kaca yang bertujuan dan tidak membahayakan nasib generasi yang akan datang.

Ketiga, membangun kekuatan politik rakyat dan agenda politik hijau guna terwujudnya kelangsungan ekologis bagi generasi hari ini dan generasi yang akan datang. [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alarm tanda bahayabencana ekologisHari Bumi Seduniakerusakan alamTanah PapuaWalhi Papua

Editor

Next Post
Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Mirzam Abdurrachman, Erupsi Gunung Ruang Pernah Picu Tsunami Tahun 1871

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media