Sabtu, 17 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi, Google Doodle Sajikan Potret Kerusakan Bumi

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi bumi. Foto geralt/pixabay.com.
Gunung Kilimanjoro. Foto google doodle.
Semersoq. Foto google doodle.
Greet Barrier Rief/ Foto google doole.
Hutan Harz. Foto google doodle.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peringatan Hari Bumi Sedunia saban 22 April kian mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak? Perubahan iklim telah menyulap kondisi bumi kian rusak. Gunung-gunung es meleleh, pohon hutan tak lagi berbuah, banjir di mana-mana, sumber mata air mengering, permukaan tanah retak-retak, jutaan belalang menyerbu, ulat-ulat bulu meriyap ke rumah-rumah, Desember-Januari tak lagi hujan, suhu bumi teramat panas, juga hujan es dan hujan salju muncul di negara-negara beriklim tropis. Itu baru bagian kecil dari dampak perubahan iklim di berbagai daerah dan negara.

Potret kerusakan bumi disajikan secara apik dalam Google Doodle kali ini, 22 April 2022. Lewat teknologi time-lapse, Google Doodle menampilkan empat gambar lokasi di bumi ini yang mengalami kerusakan secara bertahap akibat perubahan iklim sejak 1986-2020 lewat teropong citra satelit.

Di mana saja lokasi itu?

1. Gunung Kilimanjaro, Afrika
Gunung Kilimanjaro adalah gunung gletser tertinggi di Tanzania, Afrika. Lantaran tinggi — 5.895 meter di atas permukaan laut — puncaknya tertutup es. Pada 1986, puncak berselimut es itu masih tampak. Namun lewat gambar time-lapse sejak Desember 1986, salju itu mulai mencair perlahan hingga 2020.

Salju yang hilang dari puncak Kilimanjoro sudah diprediksi seorang seorang paleoklimatologis dari Ohio State University, Lonnie Thompson. Bahwa gletser di puncak gunung yang sudah ada sejak 11.700 tahun lalu akan menghilang sekitar 2015-2020.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Greet Barrier RiefGunung KilimanjoroHari Bumi SeduniaHutan Harzperubahan iklimSermersooq

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peta area tambang PT Agincourt, WKP Sibual Buali, PLTA Batang Toru. Foto JATAM.KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun
    In News
    Jumat, 16 Januari 2026
  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media