Senin, 23 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi, Google Doodle Sajikan Potret Kerusakan Bumi

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi bumi. Foto geralt/pixabay.com.
Gunung Kilimanjoro. Foto google doodle.
Semersoq. Foto google doodle.
Greet Barrier Rief/ Foto google doole.
Hutan Harz. Foto google doodle.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peringatan Hari Bumi Sedunia saban 22 April kian mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak? Perubahan iklim telah menyulap kondisi bumi kian rusak. Gunung-gunung es meleleh, pohon hutan tak lagi berbuah, banjir di mana-mana, sumber mata air mengering, permukaan tanah retak-retak, jutaan belalang menyerbu, ulat-ulat bulu meriyap ke rumah-rumah, Desember-Januari tak lagi hujan, suhu bumi teramat panas, juga hujan es dan hujan salju muncul di negara-negara beriklim tropis. Itu baru bagian kecil dari dampak perubahan iklim di berbagai daerah dan negara.

Potret kerusakan bumi disajikan secara apik dalam Google Doodle kali ini, 22 April 2022. Lewat teknologi time-lapse, Google Doodle menampilkan empat gambar lokasi di bumi ini yang mengalami kerusakan secara bertahap akibat perubahan iklim sejak 1986-2020 lewat teropong citra satelit.

Di mana saja lokasi itu?

1. Gunung Kilimanjaro, Afrika
Gunung Kilimanjaro adalah gunung gletser tertinggi di Tanzania, Afrika. Lantaran tinggi — 5.895 meter di atas permukaan laut — puncaknya tertutup es. Pada 1986, puncak berselimut es itu masih tampak. Namun lewat gambar time-lapse sejak Desember 1986, salju itu mulai mencair perlahan hingga 2020.

Salju yang hilang dari puncak Kilimanjoro sudah diprediksi seorang seorang paleoklimatologis dari Ohio State University, Lonnie Thompson. Bahwa gletser di puncak gunung yang sudah ada sejak 11.700 tahun lalu akan menghilang sekitar 2015-2020.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Greet Barrier RiefGunung KilimanjoroHari Bumi SeduniaHutan Harzperubahan iklimSermersooq

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media