Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hasil KTT G20, Hentikan Perang sampai Menyusun Draf Proyek Kerja Sama

Kamis, 17 November 2022
A A
Presiden Joko Widodo menutup KTT G20 di Bali, 16 November 2022. Foto BPMI Setpres

Presiden Joko Widodo menutup KTT G20 di Bali, 16 November 2022. Foto BPMI Setpres

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo secara resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Tahun 2022 yang digelar 15-16 November 2022 di Bali. Ia menyampaikan, bahwa G20 yang digelar untuk menyatukan niat bersama mewujudkan pemulihan dunia yang inklusif dari pandemi telah menghasilkan dokumen Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat mengadopsi dan mengesahkan G20 Bali Leaders Declaration. Ini adalah deklarasi pertama yang dapat diwujudkan sejak Februari 2022,” kata Jokowi dalam sesi penutup KTT G20 di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, 16 November 2022.

Apa sajakah yang dihasilkan dalam KTT G20 itu?

Baca Juga: 4ksi Bersama Komunitas Mural, Elite Together Elite Stronger

Poin Deklarasi G20
Jokowi menjelaskan, deklarasi disusun sebanyak 52 paragraf. Beberapa poin yang disampaikan adalah, pertama, penyikapan perang di Ukraina, bahwa condemnation perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah, melanggar integritas wilayah.

“Diskusi soal berlangsung sangat-sangat alot sekali,” ujar Jokowi dalam pernyataan pers di media center di Bali International Convention Center, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Perang di Ukraina telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rampuh akibat pandemi yang menimbulkan risiko terhadap krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis finansial. G20 membahas dampak perang terhadap kondisi perekonomian global.
Jokowi meminta perang dihentikan karena hanya akan menyengsarakan rakyat.

Baca Juga: Testimoni Aktivis, KTT G20 Solusi Palsu Krisis Iklim dan Bungkam Demokrasi

“Stop the war. I repeat, stop the war. A lot is at stake. Banyak hal yang dipertaruhkan. Perang hanya akan menyengsarakan rakyat. Pemulihan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika situasi tidak membaik. Sebagai pemimpin, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan situasi global yang kondusif bagi masa depan dunia,” tandas Jokowi.

Kedua, pembentukan pandemic fund yang sampai 16 November 2022 telah terkumpul 1,5 miliar dolar AS. Ketiga, pembentukan dan operasionalisasi resilient and sustainability trust di bawah Dana Moneter International (IMF) sejumlah 81,6 miliar dolar AS untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis. Keempat, penyusunan energy transition mechanism.

“Khusus untuk Indonesia memperoleh komitmen dari Just Energy Transition Programme sebesar 20 miliar dolar AS,” imbuh Jokowi.

Baca Juga: Gempa Bolsel Magnitudo 5,1 Dipicu Aktivitas Lempeng Sangihe

Kelima, komitmen bersama, bahwa setidaknya 30 persen dari daratan dunia dan 30 persen lautan dunia dilindungi pada 2030.

“Ini sangat bagus dan melanjutkan komitmen mengurangi degradasi tanah sampai 50 persen tahun 2040 secara sukarela,” klaim Jokowi.

Transformasi Digital
Dalam sesi ketiga KTT G20, Jokowi juga menyampaikan dorongan transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global. Menurut Jokowi, ekonomi digital adalah kunci masa depan ekonomi sebagai pilar ketahanan di masa pandemi, menyumbang 15,5 persen PDB global, dan membuka peluang masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasok global.

Baca Juga: Sampah Plastik Kemasan Lima Produsen Besar Dominasi Perairan Sorong

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dana Moneter InternationalDeklarasi Para Pemimpin G20 Balienergy transition mechanismG20 Bali Leaders DeclarationIMFKTT G20pandemic fundPresiden Joko Widodotransformasi digital

Editor

Next Post
Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tim gabungan mengevakuasi korban meninggal dunia dampak banjir dan tanah longsor. Foto Dok BNPB.

Bencana Hidrometeorologi di Sejumlah Daerah Menelan Korban Jiwa

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media