Dengan temuan tersebut, BRIN menegaskan penerapan kecerdasan buatan untuk analisis citra satelit menjadi instrumen penting untuk mendukung perencanaan tata ruang berbasis data, konservasi pesisir, serta pengelolaan karbon biru secara berkelanjutan.
Baca juga: Sambut Hari Tani, Jampiklim Serukan Penertiban Pertambangan di Wilayah DIY
Melalui penelitian ini, pihaknya berharap pemetaan mangrove berbasis data citra satelit dan kecerdasan buatan dapat membantu pemerintah daerah, komunitas lokal, hingga generasi muda untuk lebih peduli menjaga pesisir.
“Mangrove bukan sekadar pohon, melainkan sumber kehidupan mulai dari penyerap karbon biru, rumah bagi biota laut, hingga pelindung daratan,” tegas dia. [WLC02]
Sumber: BRIN







Discussion about this post