Kamis, 5 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Mengonsumsi Tanaman Herbal Ada Caranya

Tanaman herbal sebagai obat mempunyai cara tersendiri untuk mengonsumsinya. Apabila salah mengidentifikasi tanamannya, salah pula manfaat yang akan didapatkan.

Selasa, 22 Februari 2022
A A
Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Beragam tanaman herbal untuk obat tumbuh subur dan mudah ditemukan di Indonesia yang merupakan daerah tropis. Seperti tanaman tempuyung (Sonchus arvensis) untuk obat batu ginjal, tanaman mimba (Azadirachta indica) untuk obat diabetes, tanaman purwoceng (Pimpinella pruatjan) untuk meningkatkan gairah seksual, tanaman Pegagan (Centella asiatica) untuk menghambat penuaan, dan masih banyak lagi.

Persoalannya, masyarakat meracik dan mengonsumsinya berdasarkan cerita turun-temurun dari nenek moyangnya. Jarang yang memperhatikan kandungannya, apalagi takarannya. Agar tanaman-tanaman herbal dapat dikonsumsi secara aman, pakar obat herbal Fakultas Farmasi UGM, Doktor Djoko Santosa membagikan tips-tipsnya.

Pertama, pastikan kebenaran dari bahan. Langkah pertama yang dilakukan ketika memanfaatkan tanaman herbal adalah memastikan kebenaran dari tanaman yang hendak dikonsumsi, apakah tanaman tersebut adalah tanaman yang dimaksud atau hanya mirip saja. Djoko menuturkan, kepastian pada kebenaran bahan sangatlah penting. Jika salah bahan, maka khasiat yang diharapkan tidak didapatkan. Bahkan kemungkinan kedua, tanaman yang dikonsumsi malah dapat memberikan efek buruk pada tubuh.

Baca Juga: Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Djoko mencontohkan tanaman Lempuyang Wangi. Tanaman herbal tersebut berguna untuk menurunkan kolesterol. Namun apabila salah mengonsumsi tanaman Lempuyang Gajah yang adalah menambah kegemukan.

“Jadi, efeknya bisa berkebalikan. Padahal, (kedua tanaman) itu satu keluarga tanaman yang sangat dekat sekali (mirip-mirip),” tutur Djoko dalam talkshow bertema Mutu Bahan Herbal vs Khasiat yang disiarkan melalui kanal Youtube UGM Channel, Selasa, 8 Februari 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: obattanaman herbaltanaman mimbatanaman purwacengtanaman tempuyung

Editor

Next Post
Pembeli mengantri minyak goreng di DIY. Foto dok. Perwakilan Ombusman DIY.

Temuan Ombudsman DIY: Minyak Goreng Langka, Dijual di Atas HET

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gempa bumi M 6,4 mengguncang Aceh dan Sumatra Utara, 3 Maret 2026. Foto BMKG.Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4
    In Bencana
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gerhana bulan total hari ini Kamis, 8 November 2022, dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Foto tangkap layar Twitter BMKG.Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik
    In Sosok
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum
    In IPTEK
    Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media