Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Gula dan garam menjadi biang beragam penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan. Ahli gizi UNS punya tips untuk mengontrolnya.

Senin, 21 Februari 2022
A A
Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Punya segudang aktivitas selama work from home (WFH) acapkali menjadi alasan orang untuk mengabaikan pola makan yang sehat. Yang terpenting, asupan makanan terpenuhi dengan cukup bolak-balik memesan lewat pesan antar atau pun ojek online. Tak lagi memperhatikan kandungan gula dan garam yang tinggi dalam makanan dan minuman yang dipesan dari luar.

Sementara makanan dan minuman tinggi kadar gula dan garam mudah memicu berbagai macam penyakit. Seperti diabetes militus bagi atau penyakit gula yang kelebihan gula atau pun hipertensi atau tekanan darah tinggi bagi yang kelebihan garam. Padahal stamina tubuh mesti tetap fit selama masa pandemi. Lantas bagaimana mengontrolnya?

Baca Juga: Sejumlah Negara Mulai Berlakukan Transisi Endemi Covid-19, Indonesia Pilih Hati-hati

Ahli gizi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Banun Ma’rifah Fatshidi memiliki tips jitu untuk mengontrol asupan makanan kita.

Pertama, ia menyarankan orang-orang untuk mematuhi anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Taun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

“Pedomannya adalah G4 G1 L5,” ujar Banun sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, 15 Februari, 2022.

G4 G1 L5 yang dimaksud adalah anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah sepuluh persen dari total energi atau setara 200 kkal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: garamgulahipertensipenyakit gulatekanan darah tinggi

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Hati-hati, Mengonsumsi Tanaman Herbal Ada Caranya

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media