Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Gula dan garam menjadi biang beragam penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan. Ahli gizi UNS punya tips untuk mengontrolnya.

Senin, 21 Februari 2022
A A
Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Punya segudang aktivitas selama work from home (WFH) acapkali menjadi alasan orang untuk mengabaikan pola makan yang sehat. Yang terpenting, asupan makanan terpenuhi dengan cukup bolak-balik memesan lewat pesan antar atau pun ojek online. Tak lagi memperhatikan kandungan gula dan garam yang tinggi dalam makanan dan minuman yang dipesan dari luar.

Sementara makanan dan minuman tinggi kadar gula dan garam mudah memicu berbagai macam penyakit. Seperti diabetes militus bagi atau penyakit gula yang kelebihan gula atau pun hipertensi atau tekanan darah tinggi bagi yang kelebihan garam. Padahal stamina tubuh mesti tetap fit selama masa pandemi. Lantas bagaimana mengontrolnya?

Baca Juga: Sejumlah Negara Mulai Berlakukan Transisi Endemi Covid-19, Indonesia Pilih Hati-hati

Ahli gizi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Banun Ma’rifah Fatshidi memiliki tips jitu untuk mengontrol asupan makanan kita.

Pertama, ia menyarankan orang-orang untuk mematuhi anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Taun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

“Pedomannya adalah G4 G1 L5,” ujar Banun sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, 15 Februari, 2022.

G4 G1 L5 yang dimaksud adalah anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah sepuluh persen dari total energi atau setara 200 kkal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: garamgulahipertensipenyakit gulatekanan darah tinggi

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Hati-hati, Mengonsumsi Tanaman Herbal Ada Caranya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media