Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?

Dalam healing forest, seluruh panca indera harus dapat menyatu dengan alam.

Minggu, 28 Juni 2026
A A
Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.

Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dalam healing forest, seluruh panca indera harus dapat menyatu dengan alam. Jika tingkat kebisingan terlalu tinggi, proses relaksasi tidak akan berjalan optimal,” imbuh dia.

Lebih jauh, healing forest juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui pengembangan wisata berbasis jasa lingkungan. Salah satu contohnya telah diterapkan di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, yang menawarkan paket wisata healing forest lengkap dengan jalur khusus, aktivitas terapi alam, dan pendampingan pemandu terlatih.

“Ini bisa menjadi sumber ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan,” ujar dia.

Sementara upaya menghadapi triple planetary crisis memerlukan pendekatan berbasis lanskap, konservasi dan restorasi ekosistem, pembangunan hutan kota, peningkatan penyerapan polutan oleh vegetasi, pemanfaatan teknologi, serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan.

“Ketahanan iklim, ketahanan ekosistem, dan kesehatan masyarakat hanya dapat tercapai apabila pembangunan berjalan selaras dengan fungsi jasa lingkungan hutan,” kata dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB UniversityHealing ForestSenyawa PhytoncideTriple Planetary Crisis

Editor

Next Post
Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media